Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Ketua Tim Pengawas Haji DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginginkan agar antrean jemaah haji dapat dipersingkat. Presiden memberikan perhatian khusus terhadap panjangnya antrean haji.
Cucun menyebut Presiden Prabowo meminta Kementerian Haji mencari berbagai skema supaya masa tunggu keberangkatan haji dapat dipersingkat.
Baca juga: Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
“Concern beliau yang kami sangat tadi apresiasi itu, ingin bagaimana antrean ini yang kemarin sudah hampir 35 tahun, 40 tahun, melalui para pembantunya Bapak Presiden, Pak Menteri Haji nanti dan Wamen semua bekerja, sudah bisa ditekan sampai 26 tahun,” kata Cucun di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026).
“Bahkan, beliau menyampaikan tadi kalau bisa tolong lebih cepat lagi seperti apa skemanya kalau misalkan antrean ini tidak panjang,” sambung dia.Selain itu, Cucun turut melaporkan kepada Prabowo mengenai mekanisme keberangkatan haji. Ia menuturkan, Imigrasi di Indonesia mampu mencegah keberangkatan jamaah ilegal.
Baca juga: Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
“Kemudian kami juga laporkan pengawasan kami terkait bagaimana di mekanisme keberangkatan. Imigrasi di kita sudah bagus sehingga bisa mengantisipasi jemaah-jemaah ilegal tidak bisa lolos. Kemudian juga orang yang bisa menjalankan haji itu betul-betul bisa nyaman dari sejak keberangkatan,” ujar dia.
Dia kemudian berbicara terkait peningkatan kualitas layanan bagi jemaah haji di era pemerintahan Presiden Prabowo.
“Fasilitas layanan hotel, bayangkan saja di era kepemimpinan Bapak Presiden sekarang ini, jemaah reguler-kan ada dua ya, jemaah reguler dan jemaah haji khusus, jemaah haji khusus itu sudah biasa nginap di hotel bintang lima, tetapi ini jemaah reguler sekarang hampir 17.000 jemaah diinapkan di zona 1 di sekeliling Masjid Nabawi di Madinah, bisa diinapkan di hotel-hotel bintang lima,” ujar Cucun.









