Alat Berat Terbakar di Pelalawan, Didahului Ledakan Disusul Semburan Api

Alat Berat Terbakar di Pelalawan, Didahului Ledakan Disusul Semburan Api

Nasional | inews | Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:41
share

PELALAWAN, iNews.id - Alat berat jenis vibratory roller atau vibro tiba-tiba terbakar saat digunakan untuk memadatkan lapisan dasar badan jalan di Kelurahan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Kebakaran tersebut membuat pengerjaan jalan menuju Perumahan Al Karni Palm Indah terhenti sementara.

Peristiwa terjadi pada Selasa (25/8/2026) pukul 17.30 WIB. Saat itu, alat berat yang dioperasikan Chandra (40) tengah digunakan untuk mengerjakan badan jalan sepanjang 500 meter.

Pengerjaan baru mencapai sekitar 200 meter ketika terdengar suara ledakan dari ruang mesin. Tak lama kemudian, api menyembur dan dengan cepat membesar hingga membakar alat berat tersebut.

Melihat kobaran api, Chandra langsung melompat dari ruang kemudi untuk menyelamatkan diri. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Petugas kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pelalawan. Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk mengatasi kobaran api.

Petugas berjibaku sekitar 30 menit sebelum akhirnya berhasil memadamkan api. Namun, alat berat yang digunakan untuk pengerjaan jalan mengalami kerusakan akibat terbakar.

Kebakaran tersebut berdampak langsung terhadap pengerjaan badan jalan menuju Perumahan Al Karni Palm Indah. Proyek untuk sementara dihentikan sambil menunggu alat berat pengganti.

Kontraktor diperkirakan mengalami kerugian hampir Rp100 juta akibat terbakarnya alat berat tersebut. Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.

Jalan menuju perumahan tersebut merupakan akses yang terhubung dengan Jalan Sultan Kasim jalur dua. Lokasinya juga tidak jauh dari kompleks perkantoran Bupati Pelalawan.

Operator alat berat, Chandra, telah memberikan keterangan kepada pihak terkait mengenai detik-detik sebelum alat berat terbakar. "Api dari kolong," kata Chandra.

Polisi dan pihak terkait masih melakukan penanganan untuk mengetahui penyebab kejadian.

Topik Menarik