Imigrasi Denpasar Amankan 2 WN Nigeria, Satu Overstay hingga 379 Hari

Imigrasi Denpasar Amankan 2 WN Nigeria, Satu Overstay hingga 379 Hari

Nasional | sindonews | Selasa, 1 September 2026 - 06:01
share

Berbagai bencana alamseperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, hingga gunung meletus dapat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dan bagian belahan bumi lainnya. Dalam menghadapi kondisi tersebut, umat Islam dianjurkan untuk tetap tenang, bersabar, berikhtiar, serta memperbanyak doakepada Allah Ta'ala.

Dalam ajaran Islam, setiap musibah yang menimpa manusia merupakan bagian dari ketetapan Allah. Karena itu, ketika menghadapi musibah, seorang Muslim dianjurkan mengucapkan kalimat istirja, yakni Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an:

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ۝ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Artinya: "Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, 'Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.'" (QS Al-Baqarah: 155-156).

Kalimat Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un menjadi bentuk pengakuan seorang hamba bahwa dirinya dan segala sesuatu yang dimilikinya merupakan milik Allah. Kalimat tersebut juga mengajarkan umat Islam untuk berserah diri dan memohon pertolongan kepada-Nya ketika menghadapi cobaan.Baca juga:Mengapa Bencana Datang Terus Menerus? Begini Penjelasan Syaikh al-Utsaimin

Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa kalimat istirja mengandung keberkahan bagi orang yang sedang tertimpa musibah. Selain mengucapkannya, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa untuk memohon perlindungan dan keselamatan.

Doa Saat Terjadi Bencana Alam

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam mengajarkan sejumlah doa yang dapat diamalkan ketika terjadi kondisi yang berpotensi membahayakan manusia.

1. Doa Ketika Terjadi Angin Kencang

Ketika terjadi angin kencang, Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut:

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢّ ﺇِﻧِّﻲْ ﺃَﺳْﺄَلُكَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﻓِﻴْﻬَﺎ، ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ؛ ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّﻫَﺎ، ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ

Latin: Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira ma fiha, wa khaira ma arsalta bihi, wa a'udzubika min syarriha, wa syarri ma fiha wa syarri ma arsalta bihi.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan dari angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirimkan bersamanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan yang Engkau kirimkan bersamanya." (HR Muslim).

Dalam Nihayatuz Zain, Syeikh Nawawi Al-Bantani menyebutkan doa tersebut dalam pembahasan terkait kondisi bencana. Doa dapat diamalkan sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah ketika menghadapi berbagai musibah.

2. Doa Ketika Hujan Deras

Hujan merupakan rahmat Allah. Namun, hujan yang turun sangat deras dan berpotensi menimbulkan banjir atau bencana lainnya dapat membuat manusia berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

Rasulullah SAW pernah berdoa ketika hujan turun dengan deras:اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Latin: Allahumma hawaalaina wa laa 'alaina. Allahumma 'alal aakaami wal jibaali, waz-zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan jangan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan." (HR Al-Bukhari).

Doa ini menunjukkan bahwa seorang Muslim diperbolehkan memohon agar hujan yang berlebihan dialihkan ke tempat-tempat yang tidak membahayakan manusia.

3. Doa Agar Dijauhkan dari Marabahaya

Selain doa ketika terjadi bencana, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir dan doa memohon perlindungan Allah. Salah satunya:

بِسْمِ اللهِ الَّذِىْ لاَيَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِى اْلاَرِضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Latin: Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi wa laa fis samaa'i wa huwas samii'ul 'aliim.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakan di bumi maupun di langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membaca doa tersebut sebanyak tiga kali, Allah akan menjaganya dari sesuatu yang membahayakan.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi.

4. Doa Memohon Keselamatan

Doa lainnya yang dapat diamalkan untuk memohon keselamatan dan perlindungan dari berbagai musibah adalah:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفَجْأَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

Latin: Allahumma inni a'udzubika min zawaali ni'matika, wa tahawwuli 'aafiyatika, wa faj-ati niqmatika, wa jamii'i sakhatika.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya nikmat-Mu, berubahnya keselamatan yang Engkau anugerahkan, datangnya azab-Mu secara tiba-tiba, dan seluruh kemurkaan-Mu." (HR Muslim).

Doa ini mengandung permohonan agar Allah senantiasa mempertahankan nikmat, kesehatan, keselamatan, serta menjauhkan seorang hamba dari berbagai keburukan.

5. Doa Sayyidina Ali Saat Menghadapi Marabahaya

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Azkar juga menyebutkan sebuah doa yang dinisbatkan kepada Sayyidina Ali radhiyallahu 'anhu:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِLatin: Bismillahirrahmanirrahim wa laa haula wa laa quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhim.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."

Pada akhirnya, ketika bencana atau musibah terjadi, umat Islam tidak hanya dianjurkan memperbanyak doa, tetapi juga tetap melakukan ikhtiar untuk menyelamatkan diri dan orang lain.

Mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, memperbanyak doa, serta bersabar menjadi bagian dari sikap seorang Muslim dalam menghadapi ujian. Sementara upaya evakuasi, mengikuti informasi resmi, dan menjaga keselamatan merupakan ikhtiar yang tidak boleh diabaikan.

Semoga Allah Ta'ala melindungi kita dari berbagai bencana, memberikan keselamatan kepada masyarakat yang terdampak, serta memberikan kesabaran dan kekuatan kepada mereka yang sedang menghadapi musibah.

Baca juga:Kisah Kaum Nabi Nuh yang Diazab Banjir Besar, Ini Penyebabnya Menurut Al-Qur'an

Topik Menarik