Polisi Tegaskan Kasus Mafia Tanah PTSL di Bogor Tak Terkait OTT KPK
JAKARTA - Polda Metro Jaya menegaskan kasus dugaan praktik mafia tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berbeda dengan perkara yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kasus tersebut berkaitan dengan pelaksanaan program PTSL pada 2019. Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat ini masih melakukan pendalaman dan penyidikan terhadap perkara tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, penggeledahan yang dilakukan di Kantor BPN Bogor tidak berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK.
"Penggeledahan Kantor BPN di Bogor tidak ada kaitan, berbeda perkara dengan tindakan yang dilakukan oleh KPK," kata Budi kepada awak media, Selasa (22/9/2026).
Budi menjelaskan, penyidik tengah mengusut dugaan praktik curang dalam pelaksanaan PTSL 2019. Meski perkara tersebut telah masuk tahap penyidikan, polisi belum menetapkan tersangka.
Namun, penyidik telah mengidentifikasi dugaan modus dalam kasus tersebut. Praktik itu diduga berdampak pada munculnya sertifikat ganda maupun tumpang tindih kepemilikan tanah.
"Untuk Polda Metro Jaya, Ditreskrimum melakukan penggeledahan penyidikan dalam perkara PTSL 2019. Jadi perkaranya berbeda, tidak tercampur dengan yang sedang ditangani ataupun di-OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Kita sama-sama menghormati proses itu berjalan," ujarnya.
Polda Metro Jaya memastikan proses penyidikan kasus dugaan mafia tanah tersebut terus berjalan sesuai ketentuan hukum.









