Dugaan Keracunan MBG di Purworejo, Operasional SPPG Kaliboto Dihentikan Sementara
PURWOREJO, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Purworejo mengambil langkah cepat setelah muncul dugaan keracunan usai pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kaliboto 2, Kecamatan Bener. Dapur MBG tersebut kini dihentikan sementara selama sebulan untuk menjalani evaluasi menyeluruh.
Penghentian operasional SPPG Kaliboto 2 dilakukan setelah pemda menerima laporan adanya warga yang mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan program MBG. Pemkab Purworejo bersama sejumlah pemangku kepentingan langsung menggelar rapat koordinasi pada Senin (21/9/2026).
Rapat dipimpin Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi di Ruang Bagelen, Kompleks Kantor Setda Purworejo. Setelah rapat, Dion bersama jajaran terkait meninjau langsung dapur SPPG Kaliboto 2 di Dusun Kedungracak, Desa Kaliboto, Kecamatan Bener.
Dalam peninjauan tersebut, Pemkab Purworejo memutuskan penghentian sementara operasional dapur MBG untuk kepentingan evaluasi. Pemda juga menelusuri warga yang mengalami dugaan gangguan kesehatan.
"Ini termasuk pelanggaran berat, dan kami pemerintah daerah langsung melakukan penyisiran terhadap korban-korban dugaan keracunan makanan," ujar Dion dikutip dari iNews Pantura, Selasa (22/9/2026).
Pemkab Purworejo juga memastikan warga yang diduga terdampak mendapat penanganan medis. Tenaga kesehatan dari puskesmas telah diterjunkan untuk memeriksa dan memantau kondisi warga.
"Dari Puskesmas sudah turun, dan yang paling penting terutama bagi kami di Satgas Kabupaten adalah keselamatan masyarakat kami," ucapnya.
Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Purworejo Wahyu mengatakan, penghentian sementara atau suspend terhadap SPPG Kaliboto 2 telah ditetapkan. Keputusan tersebut berlaku sejak Senin (21/9/2026).
"Suratnya sudah keluar per tanggal hari ini 21 September, yang ditandatangani oleh Bapak Deputi Pemantauan dan Pengawasan, di mana dilakukan suspend berat," katanya.
Selain penghentian operasional, Pemkab Purworejo bersama Pemerintah Kecamatan Bener dan perwakilan warga Dusun Kalipancer menyepakati sejumlah langkah penanganan.
SPPG Kaliboto 2 disepakati tidak beroperasi selama satu bulan. Warga yang terdampak juga akan mendapat pemeriksaan kesehatan secara berkala minimal tiga hingga empat kali serta pemberian vitamin sesuai kebutuhan.
SPPG Kaliboto 2 juga diminta bertanggung jawab dan mendampingi warga apabila masih muncul dampak kesehatan setelah kejadian tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Ir Suranto menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Dia berharap seluruh warga yang mengalami gangguan kesehatan segera pulih dan dapat kembali beraktivitas serta mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Warga Dusun Kalipancer juga mengusulkan agar pengelolaan dapur MBG ke depan dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat. Usulan tersebut diharapkan sekaligus dapat mendorong perkembangan UMKM di wilayah tersebut.










