Indonesia Stop Impor Solar 2026, Target Avtur 2027

Indonesia Stop Impor Solar 2026, Target Avtur 2027

Ekonomi | okezone | Senin, 12 Januari 2026 - 17:35
share

JAKARTA – Indonesia menghentikan impor solar pada 2026. Keputusan ini dimungkinkan setelah diresmikannya infrastruktur energi terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan hari ini, yang meningkatkan produksi dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, konsumsi bensin di Indonesia mencapai 38 juta kiloliter per tahun, sementara produksi dalam negeri sebesar 14,25 juta kiloliter. Dengan tambahan produksi dari RDMP Balikpapan sebesar 5,8 juta kiloliter, impor bensin Indonesia tinggal 19 juta kiloliter.

"Sementara untuk solar, tahun ini alhamdulillah, kita bicara tidak ada lagi impor solar ke depan. Kebutuhan solar kita total 38 juta kiloliter. Dengan B40 dan B60, ditambah produksi RDMP hampir 5 juta, impor kita yang 5 juta sudah tertutupi, bahkan surplus 1,4 juta kiloliter. Itu untuk solar C48," ujarnya saat peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Untuk solar C51, Indonesia masih mengimpor 600 ribu kiloliter. Namun, Kementerian ESDM dan Pertamina sudah sepakat bahwa pada semester II-2026 tidak akan ada lagi impor solar C51.

"Semester II, saya minta Pertamina bangun agar tidak ada impor," ujarnya.

Selain itu, Pertamina juga sepakat bahwa RDMP Balikpapan dapat meningkatkan produksi BBM RON 92, RON 95, dan RON 98. Dengan demikian, target ke depan adalah Indonesia tidak lagi mengimpor bensin.

"Tadi malam, Pak Presiden, kami laporkan rapat sampai jam 2 pagi. Kami sepakat dengan Pak Simon (Dirut Pertamina), direksi, dan komisaris utama juga hadir. Dengan RDMP, kita tingkatkan produksi RON 92, RON 95, dan 98, supaya kita tidak impor lagi, Pak," ujar Bahlil.

 

Bahlil menambahkan, ke depan kebutuhan energi badan usaha swasta juga bisa dipenuhi dari dalam negeri. Hal ini sesuai dengan perintah konstitusi Pasal 33, bahwa produksi untuk hajat hidup orang banyak harus dikuasai negara, dan negara wajib menyiapkannya.

"Supaya badan usaha swasta ini membeli produksi dalam negeri lewat Pertamina," ujarnya.

Untuk avtur, Bahlil menyebut, pada 2027 insyaAllah Indonesia tidak lagi mengimpor. Ke depan, fokus akan diarahkan pada impor crude oil saja.

"Kalau ini bisa kita lakukan, gerakan tambahan ini semakin tipis. Setelah ini ramai di sosial media, Menteri ESDM akan menertibkan jalur para importir. Tapi tidak ada masalah, Bapak Presiden, demi merah putih, jangankan nyawa, semua kita korbankan," tegasnya.

Topik Menarik