Kadin Optimistis Ekonomi RI Menggeliat di Tengah Ketegangan Geopolitik
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis akan pertumbuhan ekonomi Indonesia, meski di tengah ketegangan geopolitik yang terjadi saat ini.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menilai kinerja sejumlah indikator ekonomi domestik sekarang ini masih cukup solid.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dalam negeri saat ini telah berhasil masuk dalam lima besar dunia.
Selain itu, pasar keuangan domestik juga menunjukkan pergerakan yang positif meski perekonomian global tengah menghadapi berbagai tekanan akibat perang yang belakangan tengah berkecamuk.
"Kita lihat pasar modal juga menggeliat, walaupun kita juga bisa bilang bahwa perekonomian dunia ini juga lagi tidak baik-baik saja. Bukan saja perang dagang, perang beneran pun juga ada, tapi kita lihat kelihatannya Indonesia itu salah satu yang bisa dibilang top 5 lah growthnya secara skala di dunia dan juga mempunyai suatu inflasi yang terjaga," ujarnya saat dijumpai di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2026).
Dari sisi fiskal, Anindya menambahkan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih berada pada level yang aman. Kondisi tersebut dinilai memberikan ruang gerak yang cukup besar bagi pemerintah dalam menjalankan berbagai program strategis.
Dia pun menyoroti sejumlah program pemerintah yang saat ini masih berada dalam tahap pengembangan, namun berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan ke depan.
Program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), perumahan murah, Koperasi Desa Merah Putih, serta Kampung Nelayan Merah Putih.
"Nah ini kita akan lihat tahun 2026 dan kalau hasilnya itu jalan dengan adanya likuiditas yang ditambahkan oleh Kementerian Keuangan atau Pemerintah, itu tentunya bisa mempunyai multiplier effect," pungkasnya.









