Pangkas 60 Anak Usaha, Telkom Siapkan Penggabungan ke Danantara
JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tengah bersiap melakukan perampingan besar-besaran terhadap struktur grupnya.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan penilaian (assessment) mendalam terhadap lebih dari 60 anak perusahaan yang dimiliki saat ini guna mencapai target visi "Telkom 30".
Perampingan atau streamlining ini merupakan bagian dari strategi emiten telekomunikasi pelat merah tersebut untuk fokus pada kekuatan utamanya di bidang infrastruktur digital. Dian menegaskan bahwa anak usaha yang tidak memberikan nilai tambah atau di luar koridor telekomunikasi akan segera ditertibkan.
Dian memaparkan bahwa nasib 60 anak perusahaan tersebut akan ditentukan melalui sebuah formulasi khusus. Opsinya mulai dari dijual ke pihak lain hingga digabungkan ke induk BUMN baru, Danantara.
"Formulasi yang nantinya menentukan apakah akan di-divest, jual, apakah akan ditutup, apakah akan digabungkan diantara beberapa anak perusahaan di dalam Telkom, ataupun bahkan digabungkan dengan anak perusahaan lain di dalam Danantara," ujar Dian dalam program The Fundamentals IDX Channel, dikutip Selasa (13/1/2026).
Dian menambahkan bahwa skema penggabungan ke Danantara sangat dimungkinkan mengingat banyak BUMN lain yang juga memiliki lini bisnis serupa dengan anak usaha Telkom, seperti di sektor perhotelan, kesehatan, hingga asuransi.
"Jadi memang ada yang tadi ya, didivest, ada yang akan dijual, ada yang akan ditutup, ada yang akan digabungkan, akan ada yang di-simplify, di-multiply. Maksudnya, akan diperbesar, di-expand," lanjutnya.
Langkah agresif ini dilakukan demi mengejar objektif utama Telkom di tahun 2030, yakni meningkatkan Total Shareholder Return (TSR). Perampingan ini diharapkan dapat membuat alokasi kapital perusahaan menjadi lebih presisi dan efisien.
Targetnya tidak main-main, Dian ingin kapitalisasi pasar (market cap) Telkom pada tahun 2030 mendatang bisa melonjak hingga berlipat ganda dari posisi saat ini. Hal ini hanya bisa dicapai jika perusahaan mampu mengeliminasi unit bisnis yang tidak relevan dan memperkuat sinergi pada portofolio yang memiliki nilai tambah tinggi.
"Akan dilakukan perampingan supaya memang anak perusahaan yang dimiliki itu bergerak di dalam koridor telekomunikasi, koridor infrastruktur digital. Kami mengeliminasi hal-hal yang tidak ada hubungannya, yang tidak perlu atau yang tidak create value for the group," tegas Dian.









