Inggris Pertimbangkan Kirim Pasukan ke Greenland di Tengah Kabar Rencana Invasi AS
LONDON - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mempertimbangkan mengerahkan pasukan Inggris ke Greenland, daerah otonom Denmark yang ingin dianeksasi oleh Amerika Serikat (AS). Laporan ini muncul di tengah retorika yang semakin konfrontatif dari Presiden AS Donald Trump tentang aneksasi wilayah tersebut.
Menurut laporan The Independent pada Senin (12/1/2026), mengutip sumber-sumber Downing Street, Starmer memiliki pandangan yang sama dengan Trump bahwa "agresi Rusia yang semakin meningkat" di Kutub Utara harus dicegah, dan keamanan Euro-Atlantik harus diperkuat.
Sumber-sumber tersebut mengatakan bahwa perdana menteri menanggapi ancaman dari Rusia dan China di wilayah tersebut "dengan sangat serius."
Sementara itu, The Telegraph melaporkan pada Sabtu (10/1/2026) bahwa sekutu Eropa sedang dalam pembicaraan untuk mengerahkan pasukan guna melawan ancaman yang semakin meningkat ini.
Inggris sedang dalam pembicaraan dengan sekutu Eropa tentang pengerahan pasukan militer ke wilayah Denmark tersebut karena para kepala militer sedang menyusun rencana untuk kemungkinan misi NATO di pulau itu, menurut surat kabar tersebut.
Para pejabat Inggris baru-baru ini bertemu dengan rekan-rekan mereka dari negara-negara termasuk Jerman dan Prancis untuk memulai persiapan.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa rencana itu, yang masih dalam tahap awal, dapat melibatkan pengerahan tentara, kapal perang, dan pesawat Inggris untuk melindungi Greenland.
"Ini bisa berupa pengerahan pasukan skala penuh atau kombinasi latihan terbatas waktu, pertukaran intelijen, pengembangan kemampuan, dan pengalihan anggaran pertahanan," menurut sumber yang dikutip, sebagaimana dilansir The Independent.
Presiden Gelar Rapat Terbatas Bahas Persiapan Nataru di Sela-Sela Kunjungan ke Sumatera dan Aceh
Pada Jumat (9/1/2026), para pemimpin partai politik Greenland menegaskan kembali penolakan mereka untuk bergabung dengan AS, dengan mengatakan: "Kami tidak ingin menjadi orang Amerika, kami tidak ingin menjadi orang Denmark, kami ingin menjadi orang Greenland."
Berbicara pada Jumat, Trump mengatakan: "Kita akan melakukan sesuatu di Greenland, suka atau tidak suka, karena jika kita tidak melakukannya, Rusia atau China akan mengambil alih Greenland, dan kita tidak akan memiliki Rusia atau China sebagai tetangga."
Greenland, sebuah wilayah otonom, telah menarik minat AS karena lokasinya yang strategis dan sumber daya mineralnya yang melimpah.
Sebelumnya, Trump menggambarkan kepemilikan Greenland sebagai "kebutuhan mutlak" untuk keamanan ekonomi AS, menyamakannya dengan "kesepakatan properti besar."
Baik Denmark maupun Greenland telah menolak proposal apa pun untuk menjual wilayah tersebut, menegaskan kembali kedaulatan Denmark atas pulau itu.










