Kisah Falen Mariar, Prajurit TNI yang Ternyata Pernah Main di Tim Junior AC Milan
KISAH Falen Mariar, prajurit TNI yang ternyata pernah main di tim junior AC Milan menarik untuk dibahas. Ya, Falen Mariar adalah seorang prajurit TNI Angkatan Darat yang memiliki rekam jejak luar biasa di dunia sepak bola. Siapa sangka, pria asal Manokwari, Papua Barat, ini dulunya adalah bakat muda berbakat yang pernah menaklukkan lapangan hijau di Italia bersama klub raksasa AC Milan.
Lahir pada 5 Mei 1997, Falen sudah mencuri perhatian sejak usia belia. Namanya mulai bersinar saat membawa SMP PG 2 Manokwari menjuarai Liga Pendidikan Indonesia (LPI) tingkat nasional. Meski sempat gagal dalam seleksi Danone Cup di Makassar, kegigihannya membuka pintu kesempatan yang jauh lebih besar, terbang ke markas I Rossoneri –julukan AC Milan.
1. Dari Tanah Papua Menuju Panggung Internasional
Puncak karier sepak bola Falen terjadi pada tahun 2011. Melalui seleksi ketat yang diadakan KONI Papua di Bali, ia berhasil menyisihkan ribuan talenta muda lainnya. Falen terpilih sebagai satu dari 18 pemain terbaik yang dikirim ke Italia untuk mengikuti AC Milan Camp Junior.
Prestasi yang ditorehkan Falen di Negeri Piza tidak main-main. Ia dan rekan-rekannya berhasil membawa tim Indonesia menjuarai Turnamen Kamp AC Milan Internasional. Dalam perjalanan menuju podium juara, tim Merah Putih sukses menumbangkan negara-negara dengan tradisi sepak bola kuat seperti Brasil, Amerika Serikat, Swedia, hingga tuan rumah Italia.
Sepulangnya dari Italia, prestasi mentereng tersebut membuatnya dilirik oleh Pertamina Soccer School. Falen mendapatkan beasiswa untuk menimba ilmu sepak bola secara profesional di sana, yang seharusnya ditempuh selama tiga tahun.
2. Titik Balik: Antara Cita-Cita dan Bakti untuk Keluarga
Namun, di balik kegemilangan prestasinya, Falen menyimpan duka mendalam. Tepat sehari sebelum keberangkatannya ke Italia dahulu, sang ayah berpulang ke Pangkuan Yang Maha Kuasa. Meski tetap berangkat demi mengharumkan nama bangsa, beban sebagai tulang punggung keluarga mulai ia rasakan sekembalinya ke Tanah Air.
Setelah dua tahun menjalani pendidikan di Pertamina Soccer School, Falen mengambil keputusan besar. Ia memilih berhenti dan pulang ke rumah demi membantu perekonomian keluarganya. Di kampung halaman, ia sempat bekerja menjaga toko untuk menyambung hidup sekaligus membantu adiknya yang sudah bekerja lebih dulu.
Meski sempat meninggalkan lapangan hijau profesional, semangat juang Falen tidak padam. Ia memutuskan untuk mencoba peruntungan di dunia militer melalui jalur Otonomi Khusus (Otsus).
Dorongan dari teman-teman sepermainan yang sudah lebih dulu menjadi tentara membulatkan tekadnya. Kini, Falen Mariar telah resmi bertugas sebagai prajurit TNI, membuktikan bahwa pengabdian kepada negara bisa dilakukan dengan berbagai cara, baik lewat prestasi olahraga maupun seragam loreng.










