Kisah Ardana Cikal, Peraih Emas SEA Games 2025 yang Alokasikan Bonus Miliaran demi Orangtua dan Bandung
BINTANG baru panjat tebing Indonesia, Ardana Cikal, menunjukkan kedewasaan luar biasa dalam mengelola apresiasi atas prestasinya. Usai menyabet medali emas di SEA Games 2025, atlet muda berbakat ini berkomitmen menggunakan bonusnya untuk investasi jangka panjang, berbakti kepada orangtua, serta memajukan fasilitas olahraga di tanah kelahirannya, Bandung.
Atlet muda itu mencatatkan medali emas di nomor lead putra dalam SEA Games 2025. Prestasi itu tentunya cukup membanggakan buatnya.
Cikal mengatakan bonus Rp1 miliar memang cukup besar buatnya. Jadi, dia berusaha mengelola bonus itu dengan sebijak mungkin agar dapat memberikan manfaat.
1. Bijak Berinvestasi
“Ini debut saya, dan mendapatkan emas. bonus akan saya investasikan emas, membantu orangtua dan akan saya pakai untuk fasilitas panjat di daerah saya di Bandung. Fasilitas seperti papan panjat untuk saya dan teman teman biar lebih maju lagi,” kata Cikal dalam rilis Kemenpora, Jumat (16/1/2026).
Cikal turut berterima kasih kepada Kemenpora yang telah menyelenggarakan pembekalan literasi keuangan untuk para atlet dan pelatih. Pasalnya, pembekalan tersebut sangat penting bagi atlet untuk mengelola keuangan setelah mendapatkan bonus.
“Bagus banget literasi keuangan, dengan ini aku bisa merencanakan keuangan sampai kedepan. Bisa belajar kelola keuangan dengan baik,” tambah Cikal.
2. Tatap Masa Depan
Usai SEA Games 2025, Cikal mulai mengarahkan fokus ke agenda besar berikutnya, yakni di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2027 atau Climbing World Championships 2027. Dia pun akan berusaha meningkatkan performanya untuk ajang tersebut.
“Mungkin bisa fokus di lead atau di boulder, bahkan bisa dua-duanya. Untuk Kejuaraan Dunia mungkin di 2027,” tutup Cikal.










