Menhub Tinjau Posko SAR Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Sulsel

Menhub Tinjau Posko SAR Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Sulsel

Ekonomi | okezone | Senin, 19 Januari 2026 - 15:54
share

JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung proses pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah Maros. Ia meninjau Posko SAR Alternatif Jalur Utama (AJU) di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Melalui posko terdekat dari titik jatuhnya pesawat, Menhub Dudy menegaskan bahwa informasi terkait perkembangan pencarian dan evakuasi pesawat akan disampaikan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

"Secara teknis, pencarian ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Basarnas sebagai leading sector. Basarnas telah bekerja dan terkoordinasi dengan baik, dengan bantuan dari pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pihak terkait. Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas kolaborasi dari seluruh pihak," ujar Menhub Dudy dalam keterangan resmi, Senin (19/1/2026).

Menhub berharap seluruh petugas lapangan dapat bekerja dengan baik serta mengutamakan keselamatan diri. Ia meminta pencarian terus dilakukan dengan mematuhi kaidah-kaidah pencarian yang diarahkan oleh Basarnas, sehingga dapat menghindari adanya korban lain, khususnya dari para petugas lapangan.

Secara khusus, Menhub Dudy juga mengapresiasi serta memberi semangat kepada tim SAR dan para relawan yang bertugas di lapangan. Di tengah medan pencarian serta kondisi cuaca ekstrem, tim SAR terus berpacu dengan waktu untuk menemukan seluruh awak maupun penumpang pesawat ATR 42-500.

"Sudah dua hari kami melakukan operasi pencarian dan banyak kemajuan yang telah dicapai teman-teman di lapangan," lanjutnya.

 

Kepala Basarnas, Marsekal Madya M. Syafi'i, mengatakan tim SAR telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Selanjutnya, tim akan fokus menemukan dan mengevakuasi korban, mengingat waktu pencarian masih dalam masa golden time.

"Hambatan-hambatan yang kita hadapi tentunya berasal dari cuaca dan kondisi medan, sehingga operasi yang diikuti oleh lebih dari 1.200 personel ini memang difokuskan untuk menemukan dan mengevakuasi korban. Kami berharap ada keajaiban dan tim SAR bisa menemukan seluruh korban," ujar M. Syafi'i.

Topik Menarik