5 Fakta Harga Emas Antam, Bisa Capai Rp4 Juta per Gram

5 Fakta Harga Emas Antam, Bisa Capai Rp4 Juta per Gram

Ekonomi | okezone | Minggu, 1 Februari 2026 - 09:03
share

JAKARTA – Harga emas Antam (ANTM) mengalami penurunan tajam pada perdagangan terbaru. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk turun hingga Rp260.000 menjadi Rp2.860.000 per gram.

Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya harga emas sempat mencetak rekor dan menembus level di atas Rp3 juta per gram. Meski terkoreksi dalam jangka pendek, prospek harga emas ke depan masih dinilai positif seiring berbagai sentimen global dan domestik.

Bahkan harga emas diprediksi akan mencetak rekor dan berpotensi menembus Rp4 juta per gram.

Berikut fakta-fakta menarik terkait harga emas yang terus naik dan mencetak rekor, Minggu (30/1/2026):

1. Diprediksi Tembus Rp4 Juta

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, merevisi proyeksi harga logam mulia di dalam negeri. Jika sebelumnya memperkirakan harga emas lokal berada di level Rp3,5 juta per gram pada 2026, kini proyeksi tersebut dinaikkan menjadi Rp4,2 juta per gram.

"Saya merevisi juga untuk logam mulia, yang tadinya logam mulia di level Rp3.500.000 di tahun 2026 ini berubah menjadi Rp4.200.000. Ingat, logam mulia yang tanggal 24 Desember saya katakan akan ke level diprediksi Rp3.500.000. Ini berubah, saya revisi menjadi Rp4.200.000 per gram," lanjutnya.

2. Penyebab Harga Emas Terus Naik

Ibrahim mengungkapkan terdapat sejumlah faktor yang mendorong kenaikan harga emas. Faktor tersebut tidak lepas dari kondisi geopolitik global, serta tingginya permintaan domestik.

"Seperti biasa adalah geopolitik, kemudian perang dagang, perpolitikan di Amerika Serikat, kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat, serta supply dan demand, itu secara eksternal. Secara internal adalah perpolitikan di Amerika yang sedang menghangat, dan supply-demand untuk tambang emas di Indonesia," pungkasnya.

3. Emas Dunia Diprediksi USD6.500 per Ounce

Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi menilai tren kenaikan harga emas masih akan berlanjut sepanjang 2026. Ia bahkan merevisi proyeksinya dan memperkirakan harga emas dunia berpotensi menembus USD6.500 per ounce tahun ini.

"Awalnya saya mengatakan di kuartal pertama akan tembus di level USD5.000, kemudian untuk keseluruhan 2026 di USD5.500. Nah, saya merevisi karena harga emas sudah menyentuh level USD5.598, kemungkinan besar di 2026 akan menyentuh level USD6.500 per ounce," kata Ibrahim.

 

4. Banyak Masyarakat Beli Emas

Harga emas yang terus meroket hingga menembus angka Rp3 juta per gram tidak menyurutkan minat masyarakat. Pedagang emas mengungkap antusiasme masyarakat untuk membeli emas saat ini justru tinggi.

Suki, pedagang emas di Pasar Emas Cikini, mengatakan kenaikan harga mendorong sebagian masyarakat untuk menjual emas yang telah mereka simpan sejak lama guna meraih keuntungan. Namun, jumlah pembeli justru lebih dominan.

"Ada sebagian yang menjual karena mereka sudah memiliki emas lebih lama, sehingga berpikir sudah dapat keuntungannya. Tetapi lebih utama lagi, banyak yang baru membeli karena tahu bahwa emas ini lindung uang, untuk menjamin uangnya tidak tergerus inflasi," kata Suki.

5. Beli Logam Mulia Bukan Perhiasan

Suki menyarankan masyarakat untuk lebih memilih membeli logam mulia dibandingkan perhiasan. Menurutnya, logam mulia lebih tepat sebagai investasi untuk disimpan dalam jangka panjang.

"Kalau beli perhiasan ya cukup untuk dipakai saja, tetapi kalau untuk disimpan harusnya logam mulia, jangan perhiasan," ungkapnya

Topik Menarik