Zelensky Ungkap 55.000 Tentara Ukraina Tewas dalam Konflik dengan Rusia
JAKARTA – Presiden Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa jumlah tentara Ukraina yang tewas di medan perang diperkirakan mencapai 55.000 orang. Pernyataan ini disampaikan Zelensky di tengah dorongan yang semakin kuat bagi Ukraina untuk duduk di meja negosiasi guna menghentikan konfliknya dengan Rusia.
"Di Ukraina, secara resmi jumlah tentara yang tewas di medan perang – baik profesional maupun wajib militer – adalah 55.000," kata Zelensky dalam wawancara dengan France 2 TV yang disiarkan pada Rabu (4/2/2026).
Berbicara dalam komentar yang diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis, ia menambahkan bahwa "sejumlah besar orang" secara resmi dianggap hilang.
Sebelumnya, laporan dari Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) menyebutkan bahwa hampir dua juta personel militer telah tewas, terluka, atau hilang dalam perang. Laporan tersebut menyatakan bahwa perang Rusia telah mengakibatkan sekitar 1,2 juta korban jiwa di pihak Rusia dan antara 500.000 hingga 600.000 korban jiwa di pihak Ukraina.
BPS: Diskon Tarif Transportasi saat Libur Nataru Belum Mampu Bendung Inflasi Desember 2025
CSIS memperkirakan bahwa pasukan Rusia telah menderita sebanyak 325.000 korban jiwa sejak perang dimulai hampir empat tahun lalu.
Kerusakan yang Meluas
Perang juga telah menimbulkan korban jiwa yang sangat besar di kalangan warga sipil.
Pengawas PBB mencatat lebih banyak kematian warga sipil di Ukraina pada tahun 2025 dibandingkan tahun-tahun lainnya, kecuali tahun 2022.
Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan lebih dari 2.500 warga sipil tewas dan lebih dari 12.000 terluka selama tahun 2025 saja, sambil memperingatkan bahwa angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.
Banyak laporan telah mendokumentasikan kerusakan yang meluas di seluruh Ukraina, dengan kota-kota yang hancur lebur, infrastruktur energi yang berulang kali menjadi sasaran, dan jutaan orang mengungsi.
Sebagian besar perumahan, jaringan transportasi, dan fasilitas industri telah rusak atau hancur, sehingga memberikan tekanan berat pada perekonomian dan upaya rekonstruksi Ukraina.










