Terungkap! Motif ABH Nekat Ledakkan SMAN 72 Jakarta, Sakit Hati Dikucilkan
JAKARTA - Polisi mengungkap fakta mengejutkan soal motif atau latar belakang anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang nekat meledakkan SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan keterangan dari ABH nekat melakukan aksi tersebut lantaran sakit hati terhadap teman-temannya.
“Berdasarkan keterangan anak, motif yang disampaikan adalah rasa sakit hati terhadap lingkungan sekolah, khususnya perlakuan dari sejumlah teman yang dinilai sering mengucilkan,” kata Budi, Kamis (5/2/2026).
Masih berdasarkan penuturan ABH, sejak SMP dirinya kerap menjadi bahan ejekan, termasuk dipanggil dengan sebutan yang merendahkan karena lebih sering bergaul dengan teman perempuan. Hal serupa berlanjut saat SMA.
“Perlakuan tersebut membuat anak merasa marah dan tertekan karena serangan yang menyasar penampilan serta kondisi pribadinya,” ujar Budi.
Dengan rasa sakit hati dan amarah tersebut, kata Budi, ABH itu nekat melancarkan aksi teror di lingkungan sekolahnya. “Atas dasar itu, anak mengaku kemudian memutuskan untuk melakukan aksi pemboman di sekolah,” ucap Budi.
Sebagai informasi, ledakan tersebut terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat, 7 November 2025. Tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden itu.
Namun, korban luka mencapai 96 orang. Densus 88 Antiteror Polri menyebut terdapat tujuh bahan peledak yang dibawa pelaku ke SMAN 72 Jakarta. Dari total bahan peledak yang dibawa, empat di antaranya meledak di dua lokasi yang berbeda. Sementara tiga bahan peledak lainnya belum digunakan dan telah disita petugas untuk proses penyelidikan lebih lanjut.










