AHY: Kota Boleh Global, tapi Harus Berakar pada Identitas Lokal

AHY: Kota Boleh Global, tapi Harus Berakar pada Identitas Lokal

Nasional | okezone | Jum'at, 6 Maret 2026 - 15:19
share

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya menjaga identitas lokal di tengah modernisasi kota. Ia pun menyoroti pentingnya pembangunan kota yang inklusif sekaligus tetap menjaga jati diri daerah.

Hal itu disampaikan AHY setelah mendengar langsung aspirasi generasi muda dalam diskusi bertajuk 'Ngobrol Santai Bareng Mas AHY' di Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (5/3/2026).

“Bolehlah kotanya global, tetapi tetap harus punya akar yang kuat pada karakteristik dan keunikan lokal. Jadi global, tapi tetap kuat pada identitas Indonesia maupun daerah kita,” ujar AHY.

Ketua Umum Partai Demokrat itu menyebut pembangunan inklusif membutuhkan dukungan serius dari pemerintah pusat hingga daerah. Ia juga menilai generasi muda memiliki daya kritis tinggi yang penting menjadi masukan bagi para pengambil kebijakan.

“Ke depan, anak-anak muda kita adalah generasi yang kritis dan berani menyuarakan aspirasi. Itu penting bagi para pengambil keputusan, termasuk kami yang diberi amanah mengawal pembangunan infrastruktur,” ucapnya.

AHY memastikan pembangunan infrastruktur ke depan tak hanya fokus pada proyek fisik seperti jalan dan jembatan. Pembangunan juga akan menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, hingga ruang kreatif bagi generasi muda.

“Selain infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, kita juga harus memperhatikan sektor pendidikan agar semakin baik, termasuk fasilitas kesehatan yang harus semakin mudah diakses seluruh masyarakat,” kata AHY.

Menurut AHY, pemerintah ke depan juga perlu menghadirkan lebih banyak sentra kreatif yang memberi ruang luas bagi generasi muda, terutama di Jakarta, untuk mengekspresikan gagasan dan karya mereka.

“Kita berharap ke depan hadir sentra-sentra kreatif yang memberikan ruang lega bagi generasi muda Indonesia, khususnya di Jakarta, untuk terus berkreasi dan mengekspresikan karya-karyanya. Ini adalah ciri kota modern dan kota maju,” ujarnya.

Menurut AHY, aspirasi generasi muda harus benar-benar menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan agar pembangunan tidak hanya menjadikan mereka sebagai objek.

“Dengan begitu, kebijakan yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan dan mengakomodasi aspirasi, termasuk generasi muda. Mereka tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek pembangunan,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, menilai gagasan pembangunan yang melibatkan generasi muda sejalan dengan kebutuhan Jakarta sebagai kota global. Ruang kreatif dan infrastruktur sosial menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem kota yang ramah bagi anak muda.

“Jakarta membutuhkan lebih banyak ruang kreatif dan fasilitas publik yang mendukung aktivitas generasi muda. Aspirasi anak-anak muda harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan kota,” kata Mujiyono.

Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrat Andika Wisnuadji Putra Soebroto, menekankan pentingnya ruang dialog bagi generasi muda. Menurutnya, dialog terbuka antara pemimpin nasional dan anak muda menjadi sarana efektif untuk menyerap aspirasi secara langsung.

“Generasi muda hari ini membutuhkan ruang dialog yang terbuka dengan para pemimpin. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan komunikasi yang lebih dekat, santai, tetapi tetap substansial,” kata Andika.

Ia juga menegaskan anak muda memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa sehingga perlu terus didorong untuk aktif menyampaikan gagasan, kritik, serta ide-ide kreatif bagi kemajuan Indonesia.

Topik Menarik