Enggan Terobsesi Rekor Valentino Rossi, Marc Marquez Pilih Fokus Nikmati Sisa Karier di MotoGP
BURIRAM – Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, menegaskan dirinya sama sekali tidak memiliki ambisi menggebu untuk melampaui rekor gelar juara dunia milik legenda balap Giacomo Agostini maupun Valentino Rossi. Pembalap berjuluk The Baby Alien ini menyatakan prioritas utamanya saat ini hanyalah menikmati setiap persaingan di sisa karier MotoGP-nya, sementara urusan trofi dianggapnya sebagai bonus semata.
Giacomo Agostini hingga kini masih menjadi pemegang gelar terbanyak dalam sejarah MotoGP dengan koleksi delapan gelar. Sementara itu, Valentino Rossi mengumpulkan tujuh gelar, jumlah yang sama dengan yang telah diraih oleh Marc Marquez saat ini.
Marc Marquez saat ini fokusnya adalah meraih hasil maksimal dalam setiap balapan. Dia pun tidak ada target berapa banyak gelar juara yang akan diraih sepanjang kariernya.
Arsenal Wajib Lepas Bintang Kelas Dunia Ini usai Konflik dengan Arteta, Penggantinya Sudah Siap
"Saya tidak pernah turun ke lintasan dengan berpikir bahwa saya bisa menandingi satu pembalap atau pembalap lainnya. Tujuan saya selalu untuk menang, bersenang-senang, dan memberikan yang terbaik," kata Marc Marquez dilansir dari laman Motosan, Minggu (8/3/2026).
1. Titik Terendah
Pembalap asal Spanyol itu juga berbagi cerita saat menjalani masa-masa sulit dengan deretan cedera yang dialaminya. Kondisi itu sempat membuatnya berpikiran akan pensiun.
"Selama lima tahun yang sulit itu, saya berpikir untuk pensiun. Itu bukan pikiran yang konstan, tetapi di saat-saat paling menantang, ketika Anda tidak melihat kemajuan apa pun dan setiap operasi tampaknya memperpanjang ketidakpastian, tak terelakkan untuk bertanya pada diri sendiri,” sambun Marquez.
"Terlepas dari semuanya, pensiun tidak pernah menjadi keputusan nyata. Itu adalah sebuah ide, ya, tetapi bukan rencana," tambahnya.
2. Bangkit dari Nasib Buruk di Thailand
Marc Marquez mengatakan saat ini akan berusaha menikmati MotoGP 2026. Dalam seri pertama di Thailand, dia memang tidak berhasil meraih hasil maksimal karena ban motornya pecah.
"Pada saat yang sama, sesuatu di dalam diri saya mengatakan bahwa saya harus terus mencoba, bahwa selama masih ada peluang, sekecil apa pun, saya tidak boleh menyerah. Pada akhirnya, kerja keras dan kesabaran membuahkan hasil," tutup rider asal Spanyol tersebut.










