Hasan Fawzi Targetkan Kapitalisasi Pasar Rp25.000 Triliun jika Terpilih Jadi Ketua OJK
JAKARTA - Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menargetkan kapitalisasi pasar Indonesia mencapai Rp25.000 triliun atau setara sekitar 80 dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dalam lima tahun ke depan apabila dipercaya menjabat sebagai anggota Dewan Komisioner OJK.
Target tersebut disampaikan Hasan saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (11/3/2026).
"Kami menetapkan proyeksi-proyeksi kinerja strategis periode 5 tahun ke depan sampai dengan 2031, dimana ditargetkan kapitalisasi pasar akan mencapai angka Rp25.000 triliun atau mencapai sekitar 80 dari angka PDB nasional," katanya.
Selain peningkatan kapitalisasi pasar, Hasan juga menargetkan jumlah investor pasar modal meningkat signifikan hingga mencapai 30 juta investor. Ia juga menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pasar modal dapat mencapai Rp35 triliun per hari.
Menurutnya, peningkatan tersebut diharapkan berjalan seiring dengan bertambahnya jumlah emiten di pasar modal serta meningkatnya dana kelolaan dari para investor.
"Jumlah investor kita harapkan sudah ada di angka 30 juta investor dan kemudian angka RNTH mita harapkan sudah mencapai angka Rp35 triliun perharinya. Dan sejalan dengan itu, terjadi peningkatan baik di sisi jumlah emiten maupun jumlah dana kelolaan dari para investor," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasan juga memaparkan visi dan rencana strategis reformasi sektor Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK). Ia menilai reformasi integritas sektor PMDK menjadi fondasi penting untuk membangun sektor keuangan yang terpercaya, likuid, modern, dan berdaya saing.
"Tanpa integritas yang kuat, pasar modal akan sulit menjalankan peran sentralnya sebagai sarana penggalang dana sekaligus sumber pembiayaan untuk mendukung pembangunan nasional jangka panjang, yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan perekonomian kita," jelas Hasan.
Sebagai bagian dari langkah reformasi, Hasan menyebut telah ditetapkan delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal yang bertujuan memperkuat transparansi, meningkatkan keterbukaan struktur kepemilikan saham, memperbaiki tata kelola, serta memperdalam likuiditas pasar.
Dengan langkah tersebut, pasar modal Indonesia diharapkan semakin kredibel, investable, serta mampu menjadi motor pembiayaan pembangunan nasional secara berkelanjutan.
"Sebagai respon kebijakan dan rumusan solusi terhadap berbagai pemetaan masalah dan tantangan struktural tersebut, kami merumuskan sebuah kerangka solusi strategis yang kami namakan Integralitas," pungkasnya.










