Jelang Mudik Lebaran 2026, AHY Petakan 2.448 Titik Jalan Rawan Banjir dan Longsor

Jelang Mudik Lebaran 2026, AHY Petakan 2.448 Titik Jalan Rawan Banjir dan Longsor

Berita Utama | idxchannel | Rabu, 11 Maret 2026 - 13:34
share

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, pemerintah telah memetakan titik-titik jalan rawan bencana menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Hasilnya, sebanyak 2.448 titik rawan banjir dan longsor. Kemudian, 15 titik rawan banjir rob.

“Totalnya itu bisa dilihat 807 rawan banjir, kemudian 1.641 rawan longsor, sedangkan ada 15 rawan banjir rob. Ini tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya saat konferensi pers Update Pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Persiapan Mudik Lebaran di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Lebih lanjut, AHY juga mengatakan, sebanyak 47.000 km jalan non tol di seluruh Indonesia saat ini terus dipreservasi. Tingkat kemantapannya mencapai 93,2 persen.

“Terkait dengan jalan nasional yang non-tol, saya ulangi yang sifatnya non-tol—ini kita laporkan ada 47.000 lebih kilometer yang harus terus kita preservasi. Kondisinya beragam, tapi secara umum jalan nasional yang non-tol itu kemantapannya sekitar 93,2 persen,” katanya.

“Memang begitu masuk ke jalan-jalan provinsi, jalan kabupaten/kota berbeda tingkat kemantapannya. Tapi paling tidak kami laporkan untuk jalan nasional yang non-tol baik Jawa-Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua secara umum dalam kondisi yang siap dan mantap,” kata AHY.

Untuk mengantisipasi kerusakan jalan maupun dampak bencana, AHY mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU).

“Nah, namun kita memahami bahwa kita juga harus terus melakukan preservasi, memperbaiki jalan-jalan yang memang rusak. Sudah kita siapkan dari Kementerian Pekerjaan Umum yang dinamakan dengan Disaster Relief Uni,” kata dia.

“DRU ini tugasnya adalah secara cepat menggelar alat-alat berat dengan material yang digunakan untuk segera menutup, saya ulangi, memperbaiki atau menambal jalan-jalan yang berlubang agar bisa segera digunakan dan tidak terlalu menghambat perjalanan. Ini sudah diantisipasi ada beberapa titik rawan bencana,” ujar AHY.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik