Rismon Minta Maaf ke Jokowi soal Ijazah, Ini Respons Gibran
JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons adanya permintaan maaf dari Rismon Sianipar, tersangka kasus tudingan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo. Gibran menyebut bulan Ramadhan ini menjadi momentum baik untuk saling memaafkan.
Ia juga menambahkan, momentum kebaikan ini harus dimanfaatkan untuk mempererat tali persaudaraan.
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan, dan kembali merajut tali persaudaraan," kata Gibran, Kamis (12/3/2026).
Gibran juga menghargai pernyataan dan sikap Rismon yang telah menyampaikan klarifikasi serta bersedia meninjau kembali pernyataan yang pernah ia sampaikan kepada publik. Menurut Gibran, langkah tersebut menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Sebelumnya, permintaan maaf Rismon kepada Jokowi dan Gibran disampaikannya melalui kanal YouTube Balige Academy.
Sowan ke Mantan Panglima TNI Widodo AS, Menhan: Beliau Meninggalkan Warisan Loyalitas pada NKRI
Adapun video yang diunggah pada Rabu (11/3/2026) berjudul Klarifikasi Rismon Sianipar terkait Kajian Ilmiah Ijazah Jokowi. Sementara video yang diunggah pada Kamis (12/3/2026) berjudul Penegasan Klarifikasi Lanjutan Rismon Sianipar atas Kebenaran Ijazah Bapak Joko Widodo.
Dalam video Penegasan Klarifikasi Lanjutan Rismon Sianipar atas Kebenaran Ijazah Bapak Joko Widodo, Rismon membeberkan enam poin. Salah satunya adalah permintaan maaf kepada Jokowi dan Gibran.
Berikut pernyataan lengkap Rismon Sianipar:
Saudara sebangsa dan setanah air, saya Rismon Hasiholan Sianipar ingin menegaskan kembali klarifikasi yang telah saya sampaikan sebelumnya. Berikut enam poin yang ingin saya sampaikan.
Pertama, berdasarkan hasil penelitian saya saat ini yang merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya, saya menemukan kebenaran baru terkait ijazah Bapak Joko Widodo. Dengan demikian, saya keluar dari permasalahan terkait ijazah Bapak Joko Widodo, termasuk ijazah Bapak Gibran Rakabuming Raka.
Kedua, saya akan menyanggah dengan membuat antitesis terhadap buku Jokowi's White Paper dan buku Gibran and Game yang merupakan tulisan saya dan menjadi tanggung jawab saya. Saya juga akan berupaya keras menarik buku tersebut yang sudah telanjur beredar.
Ketiga, sejak awal tidak ada kepentingan politik dari saya. Oleh karena itu, saya melepaskan diri dari segala kontestasi politik yang sekiranya berkaitan dengan ijazah Bapak Joko Widodo dan Bapak Gibran Rakabuming Raka, mulai saat ini dan ke depan. Saya merasa telah tereksploitasi oleh pihak-pihak yang mempermasalahkan ijazah tersebut.
Keempat, Polri telah bekerja secara profesional dalam perkara ijazah Bapak Joko Widodo. Dengan ini saya menyatakan siap membantu setiap langkah Polri ke depan untuk mengedukasi masyarakat terkait apa pun yang diperlukan.
Kelima, dari hati saya yang paling dalam, demi kejujuran dan objektivitas penelitian terhadap permasalahan tersebut, saya memohon maaf kepada Bapak Joko Widodo dan Bapak Gibran Rakabuming Raka. Saya berharap Bapak Joko Widodo menerima permohonan maaf saya ini. Saya juga bersedia menyampaikan langsung kepada beliau di Solo sekaligus mengajukan restorative justice (RJ) untuk penyelesaian permasalahan hukum saya.
Keenam, saya mengimbau kepada pihak lain yang terlibat dalam permasalahan ini untuk membuka hati dan pikiran agar dapat mengikuti langkah yang akan saya tempuh.










