Marc Marquez Akui Lebih Pilih Pensiun Tanpa Cedera ketimbang Tambah Gelar Juara MotoGP
PEMBALAP Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez mengakui siap saja untuk pensiun dari dunia MotoGP demi menghindari cedera parah di masa depan. Sebab saat ini Marquez merasa kesehatan diri jauh lebih penting ketimbang menambah gelar juara dunia MotoGP.
Bagi seorang pembalap dengan koleksi sembilan gelar juara dunia, prestasi biasanya menjadi prioritas utama. Namun, perspektif Marc Marquez yang itu telah berubah total.
Pembalap berjuluk The Baby Alien ini secara mengejutkan menyatakan bahwa ia bersedia menandatangani kontrak sekarang juga untuk mengakhiri karier MotoGP-nya tanpa menderita cedera tambahan, meskipun itu berarti mengorbankan ambisinya menambah pundi-pundi gelar.
Setelah melewati masa-masa kelam akibat cedera lengan dan mata yang hampir menghancurkan kariernya di Honda, Marquez membuktikan kelasnya dengan bangkit bersama Gresini pada 2024 dan merajai musim 2025 sebagai pembalap tim pabrikan Ducati.
Meski dominasinya musim lalu disebut Francesco Bagnaia tanpa tandingan, Marquez mengakui bahwa luka fisik telah mendewasakan mentalnya secara drastis.
1. Kedewasaan di Balik Penderitaan Cedera
Dalam wawancaranya dengan stasiun radio Spanyol, Onda Cero, pembalap berusia 33 tahun ini menganalogikan masa cedera seperti berada di dalam sangkar. Namun, dari penderitaan tersebut, ia justru mendapatkan pelajaran hidup yang tak ternilai harganya yang tidak ia dapatkan saat sedang berjaya.
“Saat Anda cedera, Anda berada di dalam sangkar. Namun segera setelah dokter membukanya sedikit, Anda akan langsung melarikan diri,” ujar Marquez, dilansir dari Crash, Sabtu (14/3/2026).
“Dalam tiga tahun cedera itu, saya menjadi dua kali lebih dewasa dibandingkan sepuluh tahun saat saya terus meraih kemenangan,” tambahnya.
"Saya akan menandatangani kontrak untuk pensiun tanpa cedera lagi. Saya akan menandatanganinya sekarang juga. Lalu memenangkan gelar juara dunia lagi? Tentu saya akan mencobanya,” lanjut Marquez.
2. Perjuangan Fisik yang Belum Usai
Bandung BJB Menang, Bhayangkara Presisi Tancap Gas: Peta Final Four Proliga 2026 Mulai Panas
Meski berstatus juara bertahan, awal musim 2026 tidaklah mudah bagi Marquez. Ia masih bergelut dengan sisa cedera bahu akibat insiden di Mandalika Oktober lalu.
Masalah fisik ini bahkan memengaruhi gaya balapnya di lintasan, terutama saat melahap tikungan kanan dan melakukan pengereman keras yang membutuhkan kekuatan otot pektoral serta deltoid.
“Saya masih belum bisa mengendarai motor seperti yang saya inginkan. Jadi saya harus terus meningkatkan kondisi fisik, bersamaan dengan gaya balap saya,” ungkap Marquez saat seri pembuka di Thailand.
Akibat kendala ini, Marquez harus menggunakan paket aerodinamika Ducati 2024 yang lebih ringan secara fisik. Setelah hasil kurang beruntung di Buriram, Marquez kini harus bersiap menuju seri Goiania, Brasil, dengan selisih 23 poin dari pemimpin klasemen, Pedro Acosta.










