Kisah Pebulu Tangkis Huang Yaqiong, Diwarnai Tangis Kerinduan di Asrama hingga Puncak Podium Dunia
KISAH pebulu tangkis Huang Yaqiong, sang mantan ratu bulu tangkis ganda campuran dunia memiliki banyak cerita yang menarik untuk dibahas. Salah satunya mengenai awal mula Huang yang sempat kesulitan di masa-masa asrama hingga menduduki puncak podium dunia.
Ya, di balik paras cantiknya dan deretan medali emas yang berkilau, atlet kelahiran 28 Februari 1994 ini pernah melewati masa kecil yang penuh air mata akibat rasa rindu rumah yang mendalam.
1. Pergulatan Batin di Masa Kecil
Langkah awal Huang Yaqiong menuju dunia profesional tidaklah mulus. Saat masih belia dan bergabung dengan asrama tim provinsi Zhejiang, ia harus berhadapan dengan musuh terbesar dalam dirinya: kesepian.
Berjauhan dengan orangtua membuat Yaqiong kecil merasa tertekan dan tidak bahagia. Setiap momen menelepon keluarga menjadi waktu yang paling ia nantikan sekaligus yang paling emosional.
Dalam isak tangisnya, Huang sempat mengutarakan niat untuk menyerah dan berhenti berlatih. Rasa lelah ditambah rentetan kekalahan di turnamen junior hampir saja membuat dunia kehilangan salah satu bakat terbaiknya.
"Untungnya, dukungan keluarga disertai tekad yang kuat tak membuatnya menyerah. Yaqiong berlatih dan berjuang dengan gigih hingga berhasil melalui masa-masa sulit tersebut,” jelas Huang.
2. Akhir yang Manis
Kegigihan Yaqiong akhirnya membuahkan hasil saat ia dipasangkan dengan Zheng Siwei. Pasangan ini bertransformasi menjadi "monster" yang ditakuti di sektor ganda campuran.
Dominasi mereka tidak terbendung dengan koleksi 33 gelar BWF World Tour, tiga gelar juara dunia (2018, 2019, 2022), hingga dua trofi Piala Sudirman untuk China. Puncak kejayaan mereka terjadi di Olimpiade Paris 2024, di mana mereka berhasil menebus medali perak Tokyo 2020 menjadi emas yang prestisius.
Namun, setelah mencapai puncak tertinggi, babak baru kehidupan pun menyapa. Setelah Zheng Siwei memutuskan gantung raket pasca-Olimpiade, Huang Yaqiong menyusul dengan mengumumkan pensiun tepat di pergantian tahun.
Keputusan ini diambil di saat kariernya masih berada di titik tertinggi. Tak lama setelah meninggalkan lapangan hijau, Yaqiong resmi memulai kehidupan barunya dengan menikahi rekan sesama atlet bulu tangkis, Liu Yuchen.










