Bos Ducati Akui Hasil MotoGP Amerika 2026 Jadi Tamparan Keras bagi Marc Marquez Cs

Bos Ducati Akui Hasil MotoGP Amerika 2026 Jadi Tamparan Keras bagi Marc Marquez Cs

Olahraga | okezone | Rabu, 1 April 2026 - 16:55
share

AUSTIN – General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, tidak segan-segan menyebut performa timnya di MotoGP Amerika Serikat 2026 sebagai sebuah lampu kuning atau peringatan serius. Pasalnya Ducati sama sekali gagal menempatkan satu pun pembalap di podium pada balapan utama yang berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat, pada akhir pekan lalu.

Hasil ini cukup mengejutkan mengingat Ducati sempat mencatatkan rekor impresif dengan selalu meraih podium dalam 88 seri beruntun sejak Aragon 2021 hingga Valencia 2025. Namun, dalam tiga seri pembuka musim 2026, pabrikan Borgo Panigale ini sudah dua kali absen dari mimbar juara.

1. Marquez dan Bagnaia Kesulitan

Dall’Igna memberikan sorotan khusus kepada dua ujung tombak mereka, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia. Marc Marquez harus puas finis di posisi kelima setelah akhir pekan yang berat, dimulai dari kecelakaan hebat di FP1 hingga hukuman long-lap penalty akibat insiden dengan Fabio di Giannantonio saat Sprint Race.

Menurut Dall’Igna, Marquez belum mampu tampil maksimal karena masalah pengaturan motor yang belum sinkron dengan gaya balapnya.

Francesco Bagnaia. (Foto: Instagram/ducaticorse)

"Marc belum 100 karena kecelakaan hari Jumat. Feeling terhadap motor masih belum pasti, membutuhkan penyesuaian set-up yang tidak memungkinkannya menjadi Marc Marquez yang kita kenal selama ini," tulis Dall’Igna dikutip dari Crash, Rabu (1/4/2026).

Di sisi lain, Francesco Bagnaia yang sempat memimpin jalannya Sprint Race justru mengalami penurunan performa drastis pada balapan utama. Sempat tampil agresif di paruh pertama, juara bertahan tersebut perlahan melorot hingga harus finis di posisi ke-10.

Sementara itu, Fabio di Giannantonio menjadi penyelamat muka Ducati dengan finis di posisi keempat.

 

2. Ancaman Aprilia

Kekhawatiran Dall’Igna semakin beralasan melihat rivalitas yang kian tajam. Aprilia sukses menyapu bersih kemenangan di Amerika dan kini memimpin klasemen konstruktor serta tim.

Posisi puncak klasemen pembalap dikuasai oleh duet pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin. Hingga seri Amerika usai, Di Giannantonio menjadi pembalap Ducati terbaik di klasemen dengan menempati posisi keempat, dibayangi oleh Pedro Acosta dari KTM di posisi ketiga.

Jorge Martin

Marquez tertahan di peringkat kelima, sedangkan Bagnaia terlempar ke posisi sembilan dengan selisih 56 poin dari puncak klasemen. Melihat kondisi itu, Dall’Igna menegaskan Ducati tak boleh berdiam diri.

"Apa yang sangat jelas adalah kami perlu bekerja keras untuk berkembang dan menempatkan pembalap kami di posisi terbaik, terutama sekarang saat lawan terbukti sangat kompetitif. Di AS, kami berjuang lebih keras dari yang seharusnya: sebuah peringatan yang harus mendorong kami untuk kembali menang," sambung Dall’Igna.

Ducati kini memiliki waktu satu bulan jeda musim semi menyusul penundaan seri Qatar. Waktu ini akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk pengembangan motor sebelum MotoGP kembali ke Eropa dalam seri MotoGP Spanyol 2026 yang juga akan diikuti oleh tes resmi pertama musim 2026.

Topik Menarik