Bukan Hanya karena Motor, Ada Faktor Lain yang Buat Marc Marquez Melempem di Awal MotoGP 2026
AWAL musim MotoGP 2026 menjadi ujian berat bagi sang juara bertahan, Marc Marquez. Meski menyandang status penguasa takhta musim lalu, pembalap asal Spanyol ini blak-blakan mengakui dirinya tidak dalam kondisi 100 persen.
Lewat cuplikan terbaru serial video Inside milik Ducati, Marquez mengungkap sebuah pengakuan jujur yang cukup mengkhawatirkan bagi para penggemarnya. Marquez mengaku masalah bukan hanya ada pada motor, tapi juga pada tubuhnya sendiri.
1. Bayang-bayang Cedera Bahu yang Tak Kunjung Usai
Dominasi Marquez yang biasanya terlihat sejak seri pembuka kini tampak memudar. Penyebab utamanya adalah efek jangka panjang dari operasi bahu kompleks yang ia jalani pada Oktober tahun lalu setelah kecelakaan hebat di Indonesia.
Meski musim dingin telah dilewati untuk pemulihan, rasa sakit itu nyatanya masih menghantui hingga tiga seri pertama musim ini. Bos tim Ducati, Davide Tardozzi, mencoba meredam spekulasi negatif dengan membela anak asuhnya setelah balapan di Austin (COTA).
Menurut Tardozzi, performa Marquez sangat dipengaruhi oleh kendala fisik tersebut. Dalam percakapan dengan mekaniknya yang terekam kamera, Marquez mengonfirmasi hal ini dengan nada serius.
"Motor ini memang dalam kondisi kritis, tapi begitu juga dengan saya. Saya sedang berjuang keras. Motor adalah satu poin masalah, tapi kondisi saya adalah poin masalah lainnya," ujar Marquez, mengutip dari Crash, Jumat (3/4/2026).
2. Tertinggal dari Aprilia
Untuk pertama kalinya sejak tahun 2024, Marc Marquez gagal menapakkan kaki di podium balapan utama (Grand Prix) dalam tiga seri pembuka. Meski masih menunjukkan taji di sesi kualifikasi dan Sprint Race (termasuk kemenangan di Brasil dan performa kuat di Thailand) hasil di balapan utama hari Minggu justru jauh dari harapan.
Seperti di MotoGP Thailand 2026, kegagalan teknis pada ban menghapus peluang podiumnya. Sementara di Brasil dan Amerika, ia harus puas finis di posisi keempat setelah kalah duel dari Fabio Di Giannantonio dan harus menjalani penalti Long Lap.
Di sisi lain, ancaman nyata justru datang dari rival mereka, Aprilia. Rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia, bahkan mengakui pabrikan asal Noale tersebut saat ini melangkah cukup jauh di depan dibandingkan Ducati.
Kini, Marquez menatap jeda panjang di bulan April sebagai kesempatan emas untuk memulihkan bahunya. Dengan penundaan GP Qatar, balapan berikutnya di MotoGP Spanyol 2026 pada akhir bulan akan menjadi pembuktian.










