Kalah Saing dari Kimi Antonelli di Awal Musim F1 2026, George Russell Ogah Panik

Kalah Saing dari Kimi Antonelli di Awal Musim F1 2026, George Russell Ogah Panik

Olahraga | okezone | Sabtu, 4 April 2026 - 02:01
share

PETA persaingan gelar juara dunia Formula 1 (F1) 2026 mengalami pergeseran tak terduga di awal musim. Pembalap debutan Mercedes AMG Petronas, Andrea Kimi Antonelli, secara mengejutkan memimpin klasemen sementara pembalap F1 2026 dengan keunggulan sembilan poin atas rekan setimnya yang lebih senior, George Russell.

Perlombaan F1 2026 secara live dapat disaksikan streaming di Vision+ channel beIN Sport dengan klik di sini.

Padahal, pada seri pembuka Russell mampu bersinar dan langsung dijagokan. Namun, kini Antonelli mampu mencuri perhatian usai dua kemenangan terakhirnya di GP China dan Jepang.

Melihat kondisi itu, Russell menegaskan dirinya sama sekali tidak merasa terancam oleh situasi tersebut.

1. Tidak Gentar

Setelah memulai musim dengan kemenangan meyakinkan di Australia dan Sprint Race Shanghai, Russell harus rela melihat Antonelli mengambil alih panggung pada balapan utama di China dan Jepang. Namun, Russell menilai perubahan nasib ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor keberuntungan dan tantangan teknis dari regulasi mesin terbaru 2026, bukan semata-mata karena perbedaan kecepatan murni.

Seperti di Sirkuit Suzuka, Jepang, Russell harus puas finis di posisi keempat setelah strategi dan posisi balapnya dirugikan oleh waktu keluarnya Safety Car yang justru menguntungkan Antonelli. Ia menekankan dalam era mobil baru ini, masalah bisa datang kapan saja secara acak.

Kimi Antonelli. (Foto: Instagram/mercedesamgf1)

"Ini hanya masalah bagaimana segalanya berjalan. Anda tidak bisa memprediksinya," ujar Russell, dikutip dari Crash, Sabtu (4/4/2026).

"Beberapa pembalap mengalami masalah di sesi latihan, sementara saya justru mengalaminya di kualifikasi. Ini murni 'keberuntungan undian' dengan mobil-mobil baru ini. Tapi ini baru balapan ketiga dari 22 seri. Saya sama sekali tidak khawatir, perjalanan musim masih sangat panjang,” tambahnya.

 

2. Reset Total

Banyak pengamat menilai Antonelli sedang berada di atas angin dengan momentum kemenangan yang kuat. Namun, Russell memiliki sudut pandang berbeda.

Adanya jeda balap selama satu bulan penuh di April (akibat situasi geopolitik di Timur Tengah) dianggap sebagai pemutus momentum alami yang akan meratakan kembali persaingan. Russell yakin jika bukan karena masalah di kualifikasi China dan waktu Safety Car di Jepang, ia seharusnya bisa berdiri di podium tertinggi.

George Russell di F1 GP China 2026. (Foto: Instagram/mercedesamgf1)

Dengan jeda empat minggu sebelum seri berikutnya, yakni F1 GP Miami 2026, Russell melihat ini sebagai kesempatan untuk melakukan penyetelan ulang alias reset secara total.

"Tidak ada kekhawatiran soal momentum, karena dengan jeda empat minggu ini, tidak akan ada momentum yang terbawa ke balapan selanjutnya," sambung Russell.

"Satu lap saja berbeda hari ini, kemenangan itu pasti akan ada di pihak saya. Saya tahu saya memiliki apa yang diperlukan untuk bangkit kembali. Kami akan melakukan reset dan mulai lagi dari awal di balapan berikutnya,” tutupnya.

Topik Menarik