Kisah Legenda Bulu Tangkis Taufik Hidayat, Peraih Emas Olimpiade yang Pilih Mundur dari Pelatnas PBSI

Kisah Legenda Bulu Tangkis Taufik Hidayat, Peraih Emas Olimpiade yang Pilih Mundur dari Pelatnas PBSI

Olahraga | okezone | Sabtu, 4 April 2026 - 04:01
share

KISAH legenda bulu tangkis Taufik Hidayat, sang peraih emas Olimpiade yang sempat membuat heboh karena memilih mundur dari Pelatnas PBSI menarik untuk dibahas. Apalagi, air mata hampir tumpah saat Taufik Hidayat melangkah keluar dari asrama Pelatnas Cipayung.

Setelah 12 tahun menghuni tempat yang sudah dianggapnya sebagai rumah kedua, sang maestro tunggal putra Indonesia ini resmi memutuskan untuk menanggalkan seragam Pelatnas per 29 Januari 2009. Mengenakan kemeja putih yang senada dengan istrinya, Ami Gumelar, Taufik berpamitan dengan para pengurus dan penghuni asrama dalam suasana haru yang mendalam.

"Sudah 12 tahun saya tinggal di sana, sudah seperti keluarga. Mungkin berkat doa-doa mereka juga saya bisa jadi juara," ungkap peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 tersebut pada 2009 silam.

1. Alasan Keluar

Pengunduran diri Taufik sempat memicu spekulasi panas. Banyak pihak menduga langkah ini diambil karena pelatih kesayangannya, Mulyo Handoyo, tidak dipanggil kembali oleh pengurus PB PBSI periode 2008-2012.

Mulyo Handoyo pernah menjadi pelatih Taufik Hidayat (Foto: PB Djarum)

Hubungan keduanya memang sangat erat, Mulyo bukan sekadar pelatih, melainkan sosok orangtua dan teman curhat bagi Taufik. Meski mengakui faktor Mulyo ikut berpengaruh, Taufik menegaskan bahwa alasan utamanya adalah keinginan untuk berkarier secara profesional dan mandiri.

"Pak Mulyo itu alasan yang kesekian ribu kali entah keberapa. Saya ingin mandiri menjadi seorang profesional," tegas pebulu tangkis yang pernah dijuluki bad boy tersebut.

 

Dengan status barunya, Taufik pun harus mengurus segala kebutuhan tandingnya sendiri, mulai dari pendaftaran turnamen hingga akomodasi hotel. Hingga pada akhirnya, Taufik Hidayat pun pensiun pada 16 Juni 2013, tepatnya kelar tampil Indonesia Open 2013.

2. Warisan Prestasi

Taufik Hidayat meninggalkan Pelatnas dengan catatan emas yang hampir sempurna. Sejak masuk Cipayung pada 3 November 1996, putra pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah ini telah mendominasi dunia lewat gelar Juara Dunia 2005, dua emas Asian Games (1998 dan 2006), serta enam gelar Indonesia Terbuka. Ia juga menjadi pilar penting saat Indonesia memboyong Piala Thomas tahun 2000 dan 2002, termasuk meraih medali emas Olimpiade Athena 2004.

Wakil Ketua Umum I PBSI, Taufik Hidayat. (PBSI)

Kini, Taufik Hidayat sudah kembali bergabung dengan PBSI. Tepatnya ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum I PP PBSI untuk periode 2024-2028. Ia resmi dilantik pada 30 November 2024 dan membawahi bidang pembinaan prestasi (pelatnas/daerah), tim pelatih, turnamen, serta perwasitan

Topik Menarik