Segini Kisaran Gaji Nahkoda Kapal Tanker Indonesia

Segini Kisaran Gaji Nahkoda Kapal Tanker Indonesia

Ekonomi | okezone | Sabtu, 4 April 2026 - 18:10
share

JAKARTA – Segini kisaran gaji Nahkoda kapal tanker Indonesia. 

Profesi nahkoda kapal tanker kembali menjadi perhatian di tengah sorotan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan pihak terkait untuk memastikan kelancaran distribusi energi nasional di kawasan tersebut.

Di balik peran strategis itu, publik juga menaruh perhatian pada besaran gaji nahkoda kapal tanker di Indonesia. Pasalnya, posisi ini memiliki tanggung jawab besar dalam mengangkut muatan energi serta memastikan keselamatan pelayaran.

Secara umum, gaji nahkoda kapal tanker di Indonesia bervariasi, tergantung pengalaman kerja, jenis kapal, ukuran kapal, serta perusahaan tempat bekerja. Berdasarkan data tahun 2023, kisaran gaji berada antara Rp4,8 juta hingga Rp75 juta per bulan.

Pada awal karier, nahkoda biasanya menerima gaji sekitar Rp4,8 juta hingga Rp40 juta per bulan. Setelah memiliki pengalaman kerja sekitar lima tahun, penghasilan dapat meningkat menjadi Rp5,5 juta hingga Rp54 juta per bulan, dengan jam kerja rata-rata 40 jam per minggu.

Selain faktor pengalaman, wilayah operasional dan tingkat risiko juga memengaruhi besaran gaji. Nahkoda dengan kualifikasi tinggi dan pengalaman luas umumnya memperoleh pendapatan lebih besar.

Dalam menjalankan tugasnya, nahkoda bertanggung jawab mengawasi proses muat dan bongkar barang, memastikan seluruh anak buah kapal bekerja sesuai prosedur, serta mengambil keputusan penting dalam situasi darurat.

 

Meski menawarkan gaji yang kompetitif dan peluang karier yang menjanjikan di industri maritim, profesi ini juga memiliki tantangan. Nahkoda harus siap bekerja dalam durasi panjang, jauh dari keluarga, serta menghadapi risiko tinggi, terutama karena kapal tanker kerap mengangkut muatan berbahaya seperti minyak dan bahan kimia.

Untuk menjadi nahkoda kapal tanker, seseorang harus menempuh pendidikan di bidang pelayaran. Umumnya, calon nahkoda memulai dari pendidikan kejuruan, kemudian melanjutkan ke sekolah tinggi kelautan.

Selama pendidikan, mereka mempelajari pengoperasian kapal, manajemen kargo, hingga manajemen pelayaran. Program sarjana di bidang ini biasanya ditempuh selama empat tahun, sementara program diploma dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua tahun.

Profesi ini menuntut kompetensi tinggi, tetapi juga menawarkan peluang besar bagi mereka yang ingin berkarier di sektor maritim.

Topik Menarik