Bank Mandiri Catat Kinerja Solid Berkat Ekspansi Kredit dan Efisiensi Pendanaan

Bank Mandiri Catat Kinerja Solid Berkat Ekspansi Kredit dan Efisiensi Pendanaan

Ekonomi | okezone | Selasa, 7 April 2026 - 21:59
share

JAKARTA — Kinerja perbankan nasional tetap menunjukkan stabilitas di awal 2026 meski permintaan kredit belum sepenuhnya pulih. Penyaluran kredit yang kuat dan efisiensi pendanaan menjadi faktor utama dalam menjaga momentum intermediasi perbankan, termasuk pada beberapa bank besar seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teuku Riefky, menilai pertumbuhan kredit yang mencapai dua digit menunjukkan peran bank besar dalam menjaga aliran kredit di tengah kondisi pasar yang masih menantang.

“Kinerja positif ini didorong oleh ekspansi bank besar, meski secara keseluruhan permintaan kredit belum pulih secara struktural,” ujar Riefky, Selasa (7/4/2026).

Per Februari 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri tercatat sebesar Rp1.513,1 triliun, tumbuh 15,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.644,8 triliun, meningkat 16,3 persen YoY, mencerminkan kepercayaan nasabah yang tetap terjaga.

Riefky menambahkan, efisiensi struktur pendanaan juga menjadi penopang utama kinerja, tercermin dari tingginya rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA). Selain itu, akselerasi layanan digital turut mendukung pertumbuhan transaksi nasabah dan pendapatan berbasis komisi.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyebut bahwa aktivitas nasabah melalui platform digital, seperti Livin’ by Mandiri, turut mendorong pendapatan non-bunga. “Laba bersih Bank Mandiri tumbuh 16,7 persen menjadi Rp8,9 triliun hingga Februari 2026, seiring meningkatnya transaksi digital masyarakat,” ujar Novita, Selasa (10/3/2026).

 

Di sisi intermediasi, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tercatat Rp13,7 triliun, tumbuh 9,16 persen YoY, didukung penyaluran kredit yang terjaga dan aktivitas transaksi digital yang semakin meningkat. Efisiensi operasional juga membaik, dengan Cost-to-Income Ratio (CIR) turun ke 37,21 persen, mencerminkan pengelolaan biaya yang lebih disiplin.

Kualitas aset Bank Mandiri tetap solid dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) 0,98 persen dan coverage ratio 246,5 persen, menandakan penerapan prinsip kehati-hatian dalam kredit dan penguatan manajemen risiko.

Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat, Bank Mandiri optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ke depan. “Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi di seluruh lini bisnis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat keunggulan kompetitif,” kata Novita.
 

Topik Menarik