Menkomdigi: SWSI Jadi Penghubung Generasi dan Penjaga Nilai Jurnalistik di Era Digital
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menilai, kehadiran Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) dapat menjadi jembatan penting antar generasi sekaligus penjaga nilai-nilai jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat.
Meutya menyampaikan apresiasinya atas terbentuknya SWSI sebagai wadah yang menghimpun jurnalis berpengalaman untuk tetap berkontribusi dalam ekosistem media. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan dunia jurnalistik lantaran pernah berkarier sebagai wartawan selama hampir sembilan tahun dan bertemu kembali dengan para mentor yang membentuk perjalanan profesionalnya.
“Saya percaya jurnalis sejati tidak pernah benar-benar berhenti. Karya, komitmen, dan keberaniannya akan terus hidup dan memberi pengaruh,” ujar Meutya saat memberikan sambutan di acara deklarasi SWSI di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, peran wartawan senior sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi, terutama melalui penyajian informasi yang akurat, membangun kepercayaan publik, dan menjaga akal sehat di tengah dinamika informasi yang kian cepat.
Ia menegaskan, pemerintah menyambut baik kehadiran SWSI sebagai ruang diskusi dan kontribusi pemikiran dari para jurnalis senior terhadap berbagai isu aktual.
“Pemerintah justru bersukacita dengan lahirnya SWSI sebagai ruang bermakna untuk berpikir, berdiskusi, dan menyampaikan pandangan,” katanya.
Meutya juga menyoroti tantangan besar dunia jurnalistik saat ini, terutama perubahan pola produksi berita yang cenderung mengutamakan kecepatan dan viralitas dibandingkan proses verifikasi yang matang.
Ia membandingkan dengan pengalaman masa lalu ketika seorang wartawan harus melalui proses panjang sebelum tampil dalam siaran langsung, dengan standar akurasi yang tinggi.
“Sekarang banyak tayangan dilakukan secara live tanpa persiapan matang, hanya mengejar kecepatan dan viralitas. Ini menjadi tantangan zaman,” ujarnya.
Untuk itu, Meutya berharap SWSI dapat berperan sebagai penghubung generasi dengan menularkan nilai-nilai dasar jurnalistik kepada wartawan muda, agar tidak terjadi kesenjangan kualitas dan perspektif.
Ia juga menyebut pengalaman para wartawan senior sebagai “ensiklopedia hidup” yang kaya akan pengetahuan dan layak didokumentasikan, termasuk dalam bentuk buku.
Meutya juga berpesan kepada SWSI untuk menjaga nilai-nilai utama jurnalistik, seperti integritas, verifikasi, dan keberanian berpihak pada kebenaran. “Nilai-nilai jurnalistik harus tetap dijaga. Integritas dan keberanian berdiri di sisi kebenaran adalah fondasi yang tidak boleh bergeser,” kata dia.










