Lokasi Laga PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta Dipindah ke Bali, Mauricio Souza Malah Senang
SLEMAN – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, justru memberikan respons positif terkait pemindahan lokasi laga tandang kontra PSIM Yogyakarta pada pekan ke-29 Super League 2025-2026 ke Stadion Kapten I Wayan Dipta. Souza menilai kualitas lapangan di Gianyar jauh lebih mumpuni, yang diyakini bakal mendongkrak performa skema permainan atraktif anak asuhnya.
Sejatinya, duel panas melawan PSIM Yogyakarta dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Rabu 22 April 2026 pukul 19.00 WIB. Namun, karena tidak adanya izin dari pihak kepolisian setempat, laga terpaksa mengalami pergeseran lokasi dan waktu.
Pertandingan antara PSIM Yogyakarta versus Persija Jakarta dipastikan bergeser ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Selain lokasi, jadwal kick-off pun turut dimajukan menjadi pukul 15.30 WIB.
Secara logistik, Persija Jakarta sebenarnya memiliki keuntungan lebih jika laga tetap digelar di wilayah Yogyakarta. Pasalnya, skuad Macan Kemayoran baru saja menyelesaikan laga tandang melawan PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu 18 April 2026 malam WIB, yang berakhir dengan kemenangan tipis 1-0.
Meski lokasi laga dipindah ke Pulau Dewata, Souza menjelaskan skuadnya akan tetap bertahan di Yogyakarta untuk sementara waktu guna mematangkan persiapan. Juru taktik asal Brasil itu telah menyusun program latihan intensif sebelum bertolak ke Bali untuk menantang Laskar Mataram.
“Kita tetap di sini. Kemungkinan besar ini pertandingan (melawan PSIM Yogyakarta) di Bali, itu informasi saya dapat. Kita tetap ada di sini dan kemungkinan besar hari Selasa kita berangkat ke Bali untuk persiapan,” kata Souza, dikutip Senin (20/4/2026).
“Kita sudah ada program untuk tetap ada di sini. Kita latihan besok dan hari Senin. Kalau kita bisa latihan hari Selasa, kita akan latihan hari Selasa juga. Tapi itu tergantung dari logistik semua,” tambahnya.
1. Kualitas Rumput
Alih-alih merasa keberatan karena harus melakukan perjalanan lebih jauh ke luar Pulau Jawa, Souza justru merasa antusias. Ia berpendapat bahwa rumput stadion yang berkualitas akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi Persija, tetapi juga bagi tim lawan.
Souza menilai kedua kesebelasan merupakan tim yang gemar memeragakan sepak bola ofensif. Dengan kondisi lapangan yang standar internasional, ia yakin penonton akan disuguhkan skema permainan terbaik dari kedua tim.
“Bagus di sana (Bali), lapangan lebih bagus daripada di sini. Ada dua tim yang suka main dengan bola dan ofensif permainannya,” sambung Souza.
“Saya sangat suka itu permainan dari lawan itu, mereka bagus organisasinya dan bagus agresif dengan bola. Tim kita juga suka main dengan bola. Jadi saya sangat senang bisa pertandingan di Bali, lapangan seperti itu,” pungkasnya.
2. Situasi Kontras di Kubu Tuan Rumah
Di sisi lain, perpindahan venue ini menjadi pukulan telak bagi PSIM Yogyakarta. Selain terpaksa menjadi tim musafir, Laskar Mataram juga dipastikan kehilangan suntikan semangat dari para pendukungnya karena pertandingan tersebut resmi ditetapkan berstatus tanpa penonton.
Kondisi tersebut semakin diperparah dengan tren negatif yang sedang menyelimuti PSIM Yogyakarta. Armada asuhan Jean Paul Van Gastel tercatat belum meraih satu pun kemenangan dalam lima laga terakhir.
Teranyar, Laskar Mataram harus menelan pil pahit setelah kalah 1-2 dari Bhayangkara FC pada pekan ke-28 Super League 2025-2026. Situasi ini tentu berbanding terbalik dengan Persija yang datang dengan motivasi tinggi usai memetik kemenangan di laga sebelumnya.










