Viral! Aksi Polisi Cegat Mobil di Daan Mogot Jakbar
JAKARTA - Sebuah mobil diberhentikan paksa oleh sekelompok pria tak dikenal di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu 18 April 2026.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pria berpakaian serba hitam dan mengenakan penutup wajah menghentikan kendaraan yang tengah melaju. Pengemudi mengaku dirinya diikuti sejak melintas di kawasan depan Kompleks Casa Jardin saat dalam perjalanan menuju Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
Ia menyebut kendaraan miliknya dicegat oleh tiga sepeda motor yang ditumpangi enam orang yang mengaku sebagai polisi. Dalam rekaman tersebut, salah satu pria bahkan masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang sambil meminta kendaraan menepi untuk digeledah.
Peristiwa itu berakhir setelah pengemudi menghubungi rekannya yang bertugas di Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat. Para pria tersebut kemudian meninggalkan lokasi. Dan ternyata, pria berpakaian serba hitam itu adalah anggota Polsek Grogol Petamburan.
Hal itu dibenarkan Kapolsek Grogol Petamburan, AKP Reza Aditya membenarkan bahwa sejumlah pria berkaus hitam yang menghentikan paksa dan hendak menggeledah sebuah mobil di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, merupakan personelnya.
“Memang itu personel kami,” ujar Reza saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).
Reza menjelaskan, tindakan pencegatan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan anonim dari masyarakat terkait dugaan tindak pidana di lokasi tersebut. Menurut dia, laporan itu menyebut adanya aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan transaksi narkoba.
“Personel kami menerima informasi dari masyarakat yang tidak menyebutkan identitas, terkait dugaan transaksi narkoba atau tindakan yang melanggar hukum,” jelasnya.
Berbekal informasi tersebut, petugas di lapangan berupaya melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap kendaraan yang dicurigai. Namun, Reza mengklaim pengemudi mobil tidak bersikap kooperatif saat hendak diperiksa.
Alih-alih mengikuti arahan petugas, pengemudi justru merekam kejadian tersebut hingga akhirnya video tersebut viral di media sosial.
“Pengemudi tidak kooperatif dan justru merekam lalu memviralkan kejadian tersebut,” katanya.
Situasi sempat memanas, bahkan petugas terdengar berteriak meminta pengemudi membuka pintu kendaraan. Meski demikian, polisi akhirnya membiarkan mobil tersebut melanjutkan perjalanan setelah mempertimbangkan kondisi di dalam kendaraan, termasuk adanya anak di bawah umur.
Reza menegaskan, kasus ini belum selesai. Polisi masih berupaya mengidentifikasi pengemudi untuk dimintai klarifikasi.
“Saat ini kami masih mencari identitas yang merekam dan memviralkan video tersebut untuk dilakukan mediasi,” ujarnya.
Terkait tindakan anggota yang dinilai memaksa, Reza menyebut hal itu merupakan bentuk kewaspadaan di lapangan. Menurut dia, petugas perlu mengantisipasi potensi bahaya dari dalam kendaraan saat menghadapi dugaan pelaku kejahatan.
"Ini bagian dari langkah antisipasi terhadap potensi bahaya yang mungkin terjadi di lapangan," tuturnya.
Meski demikian, Reza memastikan personel yang terlibat tetap menjalani pemeriksaan internal oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).
“Seluruh anggota yang terlibat sudah dimintai keterangan oleh Propam,” katanya.










