Polisi Selidiki Penyebab Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur
JAKARTA – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri memastikan pihaknya masih mendalami kronologis kecelakaan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
“Untuk kronologis, kami masih melakukan penyidikan dan pendalaman,” kata Asep Edi, Selasa (28/4/2026).
Ia menyampaikan, sebanyak 29 orang telah dilarikan ke tiga rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Tadi sudah disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco, ada 29 orang yang telah dievakuasi ke tiga rumah sakit,” ujarnya.
Adapun ketiga rumah sakit tersebut yakni RS Primaya, RSUD Kota Bekasi, dan RS Bantargebang.
Asep menegaskan, fokus utama saat ini adalah penanganan korban. Hingga kini, tim gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, dan SAR masih terus melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian.
“Yang utama kita melakukan pertolongan kepada para korban. Saat ini tim masih melakukan evakuasi, semoga korban segera dapat dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.
Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa insiden bermula dari kecelakaan di perlintasan rel kawasan Bulak Kapal.
Peristiwa tersebut melibatkan sebuah taksi yang tertabrak KRL di jalur perlintasan (JPL), sehingga menyebabkan perjalanan terganggu dan KRL terpaksa berhenti.
“Jadi KRL itu berhenti karena ada taksi yang tertabrak di JPL dekat Bulak Kapal,” kata Franoto.
Akibat KRL yang berhenti di jalur tersebut, rangkaian kereta di belakangnya, yakni KA Argo Bromo Anggrek, tidak dapat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL.










