Analis Lengkap BMKG soal Gempa Dahsyat M6,7 Palu: Bukan Disebabkan Aktivitas Palu-Koro yang Legendaris
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa M6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah, akibat aktivitas Sesar Sausu, bukan sesar Palu-Koro yang legendaris. Diketahui, sejumlah bangunan rusak akibat gempa tersebut.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu,”ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, Selasa (16/6/2026).
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault,” lanjutnya.
Sementara, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menjelaskan bahwa di wilayah Sulawesi Tengah terdapat banyak sesar aktif yang memicu aktivitas gempa.
“Memang di daerah Palu itu banyak sekali sumber gempa atau sesar-sesar aktif seperti di Sesar Sausu, di situ ada Sesar Ampana, ada Sesar Palu-Koro, itu banyak sekali,” katanya.
Wijayanto memastikan bahwa sesar yang memicu gempa M6,7 di Sulteng ini tidak memicu pembentukan sesar baru.
4 Kombes Digeser Jadi Dirreskrimum Polda pada Mutasi Mei 2026, Ada Wadirtipidter Bareskrim Polri
“Dan tentunya dengan sesar-sesar aktif ini biasanya tidak memicu aktivitas sesar di sekitarnya ya. Jadi misalkan nanti memicu sesar di sekitarnya bukan berarti nanti akan memicu gempa yang lebih besar, tentunya nanti hanya memicu gempa-gempa kecil saja,”kata dia.
Wijayanto pun memastikan bahwa BMKG akan terus memonitor dan mengevaluasi distribusi aktivitas gempa susulan. “Nanti kita bisa lihat, kita bisa petakan secara spasial apakah arahnya tetap di pusat gempa itu sendiri atau nanti yang akan menyebar ke wilayah di Sesar Ampana ataukah ke Sesar Palu-Koro,”ujarnya.
“Akan terus kita monitor terus-menerus, bukan hanya 24 jam ini saja tapi nanti terus-menerus kita pantau sampai nanti kita dapatkan hasil seluruhnya sampai kondisinya stabil lagi,” paparnya.
Wijayanto menegaskan bahwa gempa M6,7 kali ini akibat aktivitas sesar Sausu bukan segmen Palu-Koro seperti gempa di tahun 2018 lalu.
“Jadi gempa ini akibat aktivitas sesar aktif Sausu gitu ya di Sulawesi Tengah. Jadi ini bukan segmen Palu-Koro seperti yang gempa 2018,”kata dia.
“Dan segmen Sausu ini sudah terpetakan, jadi bukan sesar baru. Ini sudah terpetakan, sudah ada dokumennya dalam buku PUSGEN 2024. Jadi memang ini beberapa ada beberapa sesar aktif di Palu-Koro. Jadi ini bukan sesar baru,” pungkasnya.









