Gelandang Timnas Kanada Patah Kaki Akibat Tekel Horor Pemain Qatar

Gelandang Timnas Kanada Patah Kaki Akibat Tekel Horor Pemain Qatar

Terkini | okezone | Sabtu, 20 Juni 2026 - 02:13
share

VANCOUVER - Gelandang Timnas Kanada, Ismael Kone, patah kaki akibat tekel horor pemain Timnas Qatar dalam laga Grup B Piala Dunia 2026, Jumat (19/6/2026) pagi WIB. Cederanya Kone akan menjadi kehilangan besar bagi Timnas Kanada. 

1. Kone Patah Kaki

Kone terpaksa dibawa keluar lapangan dengan tandu pada babak kedua pertandingan yang berlangsung di BC Place tersebut. Pemain berusia 24 tahun itu cedera setelah ditekel gelandang Qatar Assim Madibo pada babak kedua.

Kone terjatuh akibat tekel keras dari belakang oleh Madibo. Para pemain di lapangan segera melambaikan tangan ke pinggir lapangan untuk meminta bantuan sebelum mengerumuni Koné di lapangan.

"Saya melihat kakinya. Saya melihat ada sesuatu yang tidak beres," kata kapten Kanada Stephen Eustáquio, salah satu pemain pertama yang menghampiri Koné, melansir ESPN, Sabtu (20/6/2026).

Setelah peninjauan VAR, Madibo mendapat kartu merah langsung dan dikeluarkan karena permainan berbahaya. Akibatnya, Qatar harus menyelesaikan pertandingan dengan sembilan pemain setelah Homam Al Amin dikeluarkan pada babak pertama.

Timnas Kanada vs Qatar di Piala Dunia 2026 (Instagram/@canmnt)

2. Kehilangan Besar

"Saya belum berbicara dengan Ismael, tetapi dia berada di rumah sakit," kata Marsch dalam konferensi pers pasca pertandingan. 

"Dia akan mempersiapkan diri untuk operasi.  Keluarganya bersamanya di rumah sakit, jadi ibunya ada di sana dan keluarganya," tuturnya. 

"Jadi hati kita ikut sedih untuknya. Semua orang sedikit terguncang oleh seluruh pengalaman ini karena sifat cederanya dan juga karena Ismael adalah bagian penting dari tim kami. Ini akan menjadi kehilangan besar bagi kami." 

Ia mengatakan, Kone telah menjadi pemain yang luar biasa dalam dua pertandingan terakhir ini.

 

Saat Kone dibawa keluar lapangan dengan tandu, ia menerima sambutan meriah dari penonton tuan rumah sambil melambaikan tangan.

"Semua orang sangat terpukul ketika itu terjadi, tetapi kami harus menemukan cara untuk tetap fokus. Kami tahu bahwa Ismael ingin kami menyelesaikan pekerjaan ini. Ada banyak pikiran yang terlintas di kepala kami saat ini. Kami semua memikirkan dia, tetapi kami semua sangat bangga dengan diri kami sendiri," ucap Marsch. 

Saat peluit akhir dibunyikan, tampaknya terjadi perselisihan di lapangan antara bangku cadangan Kanada dan Qatar. Meskipun Marsch tidak mau menjelaskan detail dari kedua insiden tersebut. Ia mengecam reaksi dari pihak lawan.

"Pemain tersebut meminta maaf kepada Ismael, seperti datang ke ruang ganti dan meminta maaf kepadanya, dan Ismael memberi tahu tim atau memberi tahu tim bahwa hal itu telah terjadi," katanya. 

"Jadi, saya rasa dia tidak bermaksud melakukan tekel yang begitu brutal atau situasi yang mengerikan. Saya tidak menyalahkannya untuk itu, tetapi saya tidak mengerti reaksi dari seluruh bangku cadangan mereka yang mencoba memulai perkelahian tentang kartu merah padahal pelanggaran jelas baru saja terjadi yang menyebabkan kaki pemain patah," ucapnya

Nathan Saliba -- yang menggantikan Koné pada menit ke-57 -- mengangkat baju Kone sebagai selebrasi setelah mencetak gol keempat timnya.
 

Topik Menarik