Musim Kemarau Datang, Kekeringan Ancam Warga Banyumas hingga Bondowoso

Musim Kemarau Datang, Kekeringan Ancam Warga Banyumas hingga Bondowoso

Terkini | okezone | Minggu, 21 Juni 2026 - 03:10
share

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah daerah di Indonesia mulai terdampak bencana hidrometeorologi kering seiring memasuki musim kemarau. Berdasarkan laporan perkembangan situasi dan penanganan bencana periode Jumat (19/6) hingga Sabtu (20/6) pukul 07.00 WIB, kekeringan menjadi fokus penanganan instansi terkait di beberapa wilayah.

Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melakukan langkah penanganan terhadap dampak kekeringan yang dirasakan warga Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, dan Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, sebanyak 44 kepala keluarga (KK) di Desa Taman Sari dan 523 KK di Kelurahan Sokanegara mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih. Kondisi ini terjadi seiring awal musim kemarau yang mulai dirasakan masyarakat sejak pertengahan Juni.

"BPBD Banyumas telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas. Berdasarkan hasil asesmen sementara, kebutuhan penampungan air masih diperlukan guna mendukung distribusi air bersih kepada warga terdampak," kata Abdul dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026).

Saat ini, sambung dia, telah tersedia penampungan air berkapasitas 4.000 liter yang ditempatkan di tiga titik lokasi. Pemerintah daerah juga berupaya menambah penampungan air di tingkat RT agar distribusi air bersih lebih merata menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.

Lalu, kata Abdul, kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Kekeringan yang mulai terjadi sejak Jumat (19/6) berdampak pada warga Desa Kutabawa dan Desa Serang, Kecamatan Karangreja.

 

Hasil pendataan sementara menunjukkan sebanyak 102 KK atau 398 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan dua truk tangki air bersih atau setara 10.000 liter kepada warga Dusun Gunung Malang, Desa Serang.

"BPBD Purbalingga memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak," bebernya.

Sementara itu di Jawa Timur, BPBD Kabupaten Bondowoso melaporkan penanganan kekeringan yang telah berlangsung sejak 11 Mei 2026. Hingga kini, BPBD telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 24 kali dengan total 330.000 liter kepada 3.238 KK terdampak di berbagai kecamatan.

Distribusi bantuan menjangkau sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Botolinggo, Klabang, Tegalampel, Taman Krocok, Maesan, Tlogosari, Wringin, Prajekan, dan Curahdami. Pada Jumat (19/6), sebanyak 10.000 liter air bersih kembali disalurkan kepada 217 KK di Desa Blimbing dan Karanganyar, Kecamatan Klabang.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Upaya pemantauan dan distribusi bantuan air bersih akan terus dilakukan guna memastikan kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi.
 

Topik Menarik