Nelayan di Pulau Morotai Tewas Tersambar Petir, BNPB Ingatkan Bahaya Hujan Disertai Kilat
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan seorang nelayan tewas, akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, korban merupakan warga Desa Bido, Kecamatan Morotai Timur, yang diduga tersambar petir saat baru kembali dari aktivitas melaut, pada Kamis 18 Juni 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan bantuan santunan bagi keluarga korban.
"Selain korban jiwa, BPBD tidak menerima laporan adanya kerusakan bangunan maupun kerugian materiil akibat peristiwa tersebut," ujar Abdul dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026).
Menyikapi kejadian ini, kata dia, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang. Warga yang berada di laut, area terbuka, lapangan, maupun perairan diminta segera mencari tempat berlindung yang aman apabila cuaca mulai memburuk.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak berteduh di bawah pohon tinggi, tiang listrik, maupun bangunan terbuka yang berisiko tersambar petir. Khusus nelayan dan masyarakat pesisir, BNPB meminta agar selalu memantau informasi prakiraan cuaca sebelum melaut serta menunda perjalanan apabila terdapat potensi cuaca ekstrem.
"Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap informasi cuaca diharapkan dapat meminimalkan risiko korban jiwa akibat sambaran petir maupun bencana hidrometeorologi lainnya," sambungnya.
BNPB juga mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi kebencanaan dan prakiraan cuaca dari sumber resmi seperti BNPB, BPBD, dan BMKG guna mengurangi risiko bencana di tengah kondisi cuaca yang dinamis.










