Respons Menarik Marc Marquez Usai Tahu Setim dengan Pedro Acosta di MotoGP 2027
ASSEN – Pabrikan asal Borgo Panigale, Ducati Lenovo, baru saja membuat gempar jagat MotoGP setelah resmi mengumumkan perekrutan talenta muda fenomenal, Pedro Acosta, dengan kontrak berdurasi dua tahun. Pembalap yang dibajak dari KTM tersebut dipastikan akan menjadi tandem baru Marc Marquez di tim pabrikan utama mulai musim 2027.
Langkah berani Ducati menyatukan sang juara dunia tujuh kali dengan pembalap masa depan yang kerap disebut sebagai talenta luar biasa langsung memicu rasa penasaran publik. Banyak pihak bertanya-tanya bagaimana reaksi Marquez saat mengetahui posisinya akan berbagi garasi dengan rival muda yang sangat agresif di atas motor yang setara.
1. Dukungan Penuh sang Juara Dunia
Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, akhirnya membongkar bagaimana reaksi spontan Marc Marquez saat pertama kali diberitahu mengenai rencana perekrutan Acosta.
Alih-alih merasa terancam atau mencoba mengintervensi keputusan manajemen, pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut justru menunjukkan sikap yang sangat suportif.
"Itu adalah keputusan yang mudah. Marc tidak pernah berkomentar negatif apa pun tentang calon rekan setimnya. Ketika kami memberi tahu bahwa kami sedang bernegosiasi dengan Pedro, dia langsung bertepuk tangan dan berkata, 'Oke, kalian telah mengambil keputusan yang sangat tepat',” ujar Tardozzi, mengutip dari Crash, Kamis (25/6/2026).
2. Komitmen Marquez Sempat Diragukan
Bersamaan dengan pengumuman Acosta, Ducati juga mengonfirmasi perpanjangan kontrak baru berdurasi dua tahun untuk Marc Marquez menjelang bergulirnya seri MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen.
Kepastian ini mematahkan spekulasi miring sebelumnya yang menyebut Marquez enggan berkomitmen jangka panjang karena masih dalam proses pemulihan cedera bahu yang berkepanjangan.
Tardozzi menegaskan pihak internal Ducati sama sekali tidak pernah meragukan loyalitas dan kondisi fisik Marquez, karena sang pembalap selalu bersikap transparan mengenai perkembangan medisnya bersama tim dokter papan atas di Madrid.
Menghadapi tantangan mengelola dua pembalap ego besar dalam dua musim ke depan, Tardozzi mengaku sangat siap dan antusias.
"Saya sudah terbiasa mengelola dua juara hebat, karena sebelumnya ada Pecco (Bagnaia) yang merupakan salah satu dari mereka. Jadi, kami sudah terbiasa dengan situasi ini dan kami sangat, sangat bahagia memiliki tim yang super kuat untuk dua tahun ke depan,” tutup Tardozzi.









