Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
PARIS – Sebanyak 11 orang tewas setelah sebuah pesawat sipil yang mengangkut penerjun payung jatuh di Kota Tomblaine, Prancis timur, Minggu (28/6/2026).
Otoritas setempat menyatakan seluruh penumpang dan awak di dalam pesawat meninggal dunia. Korban terdiri atas seorang pilot, lima siswa penerjun payung, dan lima instruktur.
Pesawat yang dioperasikan oleh sebuah sekolah terjun payung itu dilaporkan baru saja lepas landas dari Lapangan Terbang Nancy-Essey sebelum akhirnya mengalami kecelakaan.
Polisi telah menutup area di sekitar lokasi kejadian dan mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan bandara di Departemen Meurthe-et-Moselle selama proses evakuasi dan penyelidikan berlangsung.
Menteri Perhubungan Prancis, Philippe Tabarot menyebut insiden tersebut sebagai "tragedi yang mengerikan". Ia bersama Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez langsung bertolak menuju lokasi kecelakaan.
Sementara itu, Prefek Meurthe-et-Moselle Yves Seguy memastikan tidak ada korban dari warga sipil di darat meski pesawat jatuh di kawasan padat penduduk yang berada di dekat sebuah pusat perbelanjaan.
"Pesawat itu jatuh hampir vertikal, di dekat kompleks perumahan, di tepi lapangan terbang," ujar Seguy kepada stasiun televisi BFM, seperti dilansir dari BBC.
Menurutnya, tidak adanya korban tambahan merupakan sebuah keberuntungan mengingat lokasi jatuhnya pesawat berada di area yang ramai.
Presiden Cabang Meurthe-et-Moselle dari Ordo Perawat Independen, Thierry Pechey, mengatakan separuh dari para penerjun payung yang menjadi korban diketahui berprofesi sebagai perawat.
Pejabat setempat juga mengungkapkan bahwa sejumlah anggota keluarga korban berada di lapangan terbang saat kecelakaan terjadi dan menyaksikan langsung insiden tragis tersebut. Penyebab jatuhnya pesawat hingga kini masih dalam penyelidikan otoritas Prancis.










