Tak Cukup Andalkan Alam, Yusuf Bora Desak Destinasi Wisata Sumba Barat Daya Dibenahi

Tak Cukup Andalkan Alam, Yusuf Bora Desak Destinasi Wisata Sumba Barat Daya Dibenahi

Terkini | okezone | Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:41
share

SUMBA BARAT DAYA - Pengembangan pariwisata di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur tidak cukup hanya membangun destinasi baru. Kualitas fasilitas, kenyamanan pengunjung, hingga kesesuaian pembangunan dengan karakter wisata lokal juga harus menjadi perhatian agar sektor pariwisata mampu berkembang secara berkelanjutan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya dari Partai Perindo, Yusuf Bora, menilai pemerintah daerah perlu meningkatkan kualitas pengelolaan dan fasilitas destinasi wisata. Setiap pembangunan harus benar-benar mendukung pengalaman wisatawan, sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai destinasi berbasis alam dan budaya.

"Kami berharap Dinas Pariwisata dapat memberikan perhatian dan pertimbangan untuk perbaikan ke depan agar tujuan wisata yang berkelanjutan dapat tercapai," kata Yusuf, Sabtu (11/7/2026).

Salah satu yang disorot adalah pembangunan fasilitas di destinasi wisata Desa Kadi Pada, Kecamatan Kota Tambolaka. Penggunaan atap seng pada bangunan lopo tidak sejalan dengan konsep ekowisata yang diusung kawasan tersebut.

Selain mengurangi nilai estetika, material itu dinilai lebih mudah mengalami korosi dan membuat bangunan lebih panas sehingga mengurangi kenyamanan wisatawan.

Yusuf mengusulkan penggunaan material alami seperti alang-alang, ijuk, atau genteng tanah liat yang lebih ramah lingkungan sekaligus mampu memperkuat identitas budaya lokal.

Selain itu, Ketua DPD Partai Perindo Sumba Barat Daya ini juga menemukan toilet umum yang belum diresmikan sudah mengalami kerusakan pada beberapa bagian. Kondisi tersebut harus segera diperbaiki sebelum fasilitas digunakan masyarakat dan wisatawan.

 

Dia juga menyoroti kapasitas tandon air yang hanya sekitar 1.100 liter, yang dinilai belum memadai untuk melayani kebutuhan pengunjung saat musim liburan. Menurutnya, penambahan kapasitas air bersih menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan di kawasan wisata.

"Kami meyakini perbaikan pada aspek-aspek tersebut akan meningkatkan daya tarik, kenyamanan, dan keberlanjutan Desa Kadi Pada sebagai destinasi wisata," tutur Yusuf.

Pembenahan sektor pariwisata, lanjut Yusuf, tidak hanya diperlukan di kawasan wisata, tetapi juga pada fasilitas publik yang menjadi wajah Kabupaten Sumba Barat Daya. Dia turut menyoroti hasil penataan Alun-Alun Kota Tambolaka yang belum mencerminkan kualitas pembangunan yang diharapkan.

Alun-Alun Tambolaka merupakan kawasan pertama yang dilihat wisatawan ketika memasuki kota sehingga kondisinya ikut memengaruhi kesan awal terhadap daerah. "Kalau alun-alunnya saja rusak, bagaimana orang bisa betah dan mau berkunjung ke Sumba Barat Daya," ungkapnya.

Dia berharap pemerintah daerah mempercepat pembenahan fasilitas wisata dan ruang publik agar pengalaman wisatawan semakin baik. Keindahan alam Sumba Barat Daya harus didukung infrastruktur yang berkualitas sehingga mampu meningkatkan daya saing pariwisata daerah.

“Dinas terkait harus bergerak cepat melakukan perbaikan. Masyarakat berhak senang dan nyaman menikmati keindahan Kota Tambolaka,” pungkas legislator bergelar Magister Sains lulusan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah ini.

Topik Menarik