Pentagon Rilis Lebih Banyak Dokumen Terkait UFO, di Antaranya Laporan Militer
WASHINGTON - Pentagon pada Jumat (10/7/2026) menerbitkan kumpulan materi baru terkait UFO, yang sekarang umumnya disebut sebagai fenomena anomali tak dikenal (unidentified anomalous phenomena/UAP).
Di antara dokumen yang dirilis terdapat laporan dari seorang pilot militer yang menggambarkan pertemuannya dengan sebuah objek yang "tidak seperti apa pun yang pernah saya lihat" selama hampir tiga dekade masa dinasnya.
Dilansir Anadolu, rilis terbaru ini berisi 40 berkas, termasuk 14 dokumen, 19 video, empat rekaman audio, dan tiga gambar.
Materi-materi ini dikumpulkan dari beberapa lembaga pemerintah AS, termasuk Pentagon, NASA, CIA, FBI, dan Departemen Energi.
Berkas-berkas tersebut tersedia di situs web resmi UAP Pentagon sebagai bagian dari perintah eksekutif yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump awal tahun ini yang mewajibkan rilis publik atas catatan-catatan tersebut.
Seperti pengungkapan sebelumnya, rilis baru ini menggabungkan sebagian besar catatan sejarah yang tidak disensor dengan laporan dan video yang lebih baru yang mendokumentasikan insiden udara yang tidak dapat dijelaskan.
Salah satu dokumen paling signifikan, yang diberikan oleh Departemen Energi, menggambarkan sebuah objek tak dikenal yang memasuki wilayah udara terlarang di atas fasilitas senjata nuklir Pantex dekat Amarillo, Texas, pada September 2015.
Menurut laporan tersebut, dua petugas keamanan mengejar objek tersebut sementara fasilitas tersebut berada dalam keadaan terkunci.
Para petugas tidak dapat menangkap objek tersebut tetapi berhenti untuk mengamatinya lebih dekat. Mereka melaporkan bahwa objek tersebut benar-benar senyap dan bahwa, bahkan ketika dilihat melalui teropong, mereka tidak dapat mendeteksi sistem propulsi yang terlihat. Setelah melayang dalam pandangan selama sekitar satu hingga dua menit, objek tersebut melanjutkan perjalanan ke utara dan meninggalkan area tersebut.
Sekitar setengah dari berkas yang dirilis berasal dari tahun 2010 dan seterusnya, termasuk rekaman inframerah yang direkam oleh sensor militer. Video-video tersebut menangkap objek-objek misterius di berbagai bagian dunia, termasuk Samudra Pasifik bagian barat, Samudra Atlantik, dan Timur Tengah.
Salah satu kejadian yang didokumentasikan terjadi di atas Samudra Atlantik pada tahun 2020. Berkas yang dirilis berisi rekaman objek tak dikenal yang digambarkan oleh seorang anggota kru Angkatan Laut dalam laporan yang banyak disunting sebagai objek berwarna merah marun gelap dan berukuran sekitar 12 hingga 15 kaki tingginya.
Laporan lain menggambarkan penampakan pada tahun 2019 di atas Amerika Serikat bagian timur yang disaksikan oleh seorang penerbang militer dan empat personel lainnya.
Dalam laporan singkat, penerbang tersebut menulis bahwa perilaku penerbangan objek tersebut tidak seperti apa pun yang pernah ditemui selama 28 tahun bertugas di Angkatan Udara dan Angkatan Laut.
Objek tersebut muncul di bawah pesawat dan bergerak cepat dalam garis lurus ke arah yang berlapangan. Penerbang tersebut mengamatinya selama kurang lebih 10 hingga 15 detik sebelum mengaktifkan sistem perekaman untuk merekam video.
Saat mencoba memperbesar gambar untuk mendapatkan tampilan yang lebih jelas, objek tersebut bergerak keluar dari bidang pandang kamera karena kecepatannya yang tampak tinggi dan tidak dapat ditemukan kembali, bahkan setelah mengurangi tingkat zoom. Tinjauan pasca-penerbangan terhadap rekaman tersebut menunjukkan bahwa objek tersebut berbentuk persegi panjang.
Menurut laporan tersebut, personel berpengalaman lainnya yang menyaksikan kejadian tersebut juga tidak dapat mengidentifikasi apa yang mereka lihat.
Video yang dirilis tampaknya menunjukkan sebuah objek yang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi.










