Truk yang Tabrak JPO Tendean Ternyata Mau ke Kejagung
JAKARTA - Truk Crane yang nyangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean, Jakarta Selatan, ternyata ingin menuju Kejaksaan Agung (Kejagung).
Sopir truk, Andre membantah bahwa mengantuk atau kurang konsentrasi saat mengemudi hingga kendaraannya tersangkut di JPO tersebut. Ia mengaku hanya mengikuti jalur yang disajikan oleh fitur maps.
" Iya mau ke Kejagung, kita bawa truk 2 kilometer lagi sampai ini. Karena kita fokus lihat maps," ujar Andre, Selasa (14/7/2026).
Sementara itu, Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados mengungkapkan jalan terdampak imbas pembongkaran JPO, mulai dari Jalan Sudirman Thamrin dari arah utara menuju selatan yang sedang diupayakan dialirkan ke selatan.
“Dan juga keluaran SCBD yang mengarah ke Jalan Suryo itu juga mengalami kepadatan. Imbas dari evakuasi proses perbaikan atau pembongkaran JPO yang ditabrak oleh truk tadi pagi,” kata Robby kepada wartawan.
Selain itu, untuk jalan Suryo menuju Mampang Prapatan masih belum bisa dilintasi. Hal itu berdampak pada semakin padatnya arus kendaraan dari di Rasuna Said mengarah ke jalan Warung Buncit
“Imbas dari perbaikan juga atau evakuasi yang dilakukan di Mampang sehingga saat ini memang masyarakat belum bisa melintasi ruas jalan Mampang Prapatan yang mengarah ke Blok M,” ucapnya.
“Demikian juga yang dari arah Blok M menuju arah Mampang Prapatan juga sampai saat ini belum bisa Dilintasi. Ini menyebabkan terjadinya kepadatan yang cukup padat, mengarah ke ruas ruas jalan tersebut,” sambungnya.
Selain itu, kemacetan juga termonitor di ruas jalan Pasar Minggu atau KH. Guru Amin sampai dengan simpang Pancoran menuju ke arah Kalibata. Kondisi ini dampak dari jam pulang kerja arus kendaraan melalui jalan arteri ke wilayah timur
“Ini masih sama kepadatan hanya berada di jalan tol tapi masih mengalir cukup lancar sampai dengan Cawang. Setelah Cawang sampai Bekasi masih cukup landak atau masih cukup lancar,” pungkasnya.










