Gunung Latimojong Terbakar Hebat, 124 Hektare Hutan Lindung di Enrekang Hangus
ENREKANG - Kawasan wisata alam Gunung Latimojong, yang dikenal sebagai "Atap Sulawesi" dan merupakan gunung tertinggi di Pulau Sulawesi, terbakar hebat. Kebakaran terjadi di sejumlah titik di kawasan hutan lindung Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
Gunung Latimojong merupakan salah satu dari Seven Summits of Indonesia dan menjadi salah satu jalur favorit para pendaki. Namun, kebakaran kini melanda kawasan pegunungan tersebut, termasuk jalur pendakian menuju puncak Rante Mario.
Petugas mengalami kesulitan menjangkau titik api yang berada di sekitar Pos 3 jalur pendakian. Kepulan asap tebal dan kobaran api terlihat membumbung tinggi dari kawasan Jalur Merah Pos 3.
Kondisi tersebut membuat warga yang tinggal di sekitar kawasan gunung panik. Terlebih, kebakaran terjadi saat musim kemarau panjang yang membuat rumput dan ranting pohon dalam kondisi kering sehingga dikhawatirkan api mudah menjalar.
Pemprov DKI Ubah Sistem Pengelolaan Sampah, Metode Open Dumping di Bantargebang Berakhir 2029
Tiupan angin kencang di wilayah pegunungan juga membuat kobaran api dengan cepat membesar. Petugas kehutanan kesulitan melakukan pemadaman karena lokasi kebakaran hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
Kebakaran juga terjadi di sejumlah titik lainnya. Warga yang tinggal di sekitar kaki gunung, terutama yang berada dekat lokasi kebakaran, khawatir api meluas hingga mencapai lahan garapan mereka.
Sejumlah lahan warga diketahui ditanami bawang merah dan terancam terdampak apabila kobaran api terus meluas.
Kepala UPTD KPH Mata Allo Enrekang, Dirgantara mengatakan petugas terus melakukan upaya penanganan terhadap kebakaran di kawasan hutan lindung.
Tak hanya petugas kehutanan, personel TNI dari Kodim 1419 Enrekang juga turut membantu proses pemadaman. Namun, kobaran api yang muncul di sejumlah titik membuat proses pemadaman terkendala, ditambah keterbatasan peralatan.
"Data KPH Mata Allo, sejak 17 Agustus 2026 pihak kehutanan telah menangani sedikitnya tujuh titik kebakaran di dalam kawasan hutan lindung. Total luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 124 hektare," kata Dirgantara, Jumat (28/8/2026).










