Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 18 WNA, 10 di Antaranya Terkait Prostitusi

Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 18 WNA, 10 di Antaranya Terkait Prostitusi

Terkini | okezone | Selasa, 29 September 2026 - 23:10
share

JAKARTA - Kantor Imigrasi Ngurah Rai mendeportasi 18 warga negara asing (WNA) selama 21-27 September 2026. Tindakan ini merupakan hasil patroli keimigrasian pada 15-20 September 2026 yang menyisir sejumlah lokasi di wilayah kerja Kantor Imigrasi Ngurah Rai.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Muhamad Novyandri menyatakan, 10 dari 18 WNA tersebut terjaring dalam operasi gabungan bersama Polda Bali pada 17 September 2026.

Selain terindikasi menyalahgunakan izin tinggal dengan terlibat dalam aktivitas prostitusi, lima orang di antaranya juga kedapatan telah tinggal melebihi masa berlaku izin tinggal (overstay).

Pelanggaran izin tinggal juga dilakukan oleh seorang WN Rusia berinisial VL yang menjadi pelatih sepeda motor dengan menggunakan ITAS Remote Worker (Izin Tinggal Terbatas).

VL, kata Novyandri, terindikasi tidak jujur dalam memperoleh ITAS tersebut. Selain itu, satu WNA lainnya merupakan WN Slovakia pemegang ITAS yang tidak mengajukan pemutakhiran data setelah melakukan pergantian paspor.

 

Adapun, enam WNA lainnya dideportasi karena overstay. Empat di antaranya overstay kurang dari 60 hari, tetapi tidak mampu membayar biaya beban. Sementara dua WNA lainnya overstay lebih dari 60 hari.

Novyandri menyebutkan, tindakan deportasi ini merupakan wujud nyata fungsi penegakan hukum oleh Imigrasi Ngurah Rai dan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga ketertiban serta keamanan iklim pariwisata di Bali.

"Kami mengimbau seluruh warga negara asing untuk patuh terhadap aturan yang berlaku di Indonesia, termasuk memiliki izin tinggal yang sesuai dengan aktivitasnya. Deportasi ini menunjukkan keseriusan kami dalam menegakkan hukum keimigrasian," kata Novyandri dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).

WNA yang dideportasi tersebut kemudian diusulkan masuk dalam daftar penangkalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
 

Topik Menarik