Pelindo Pangkas Anak Usaha Jadi 24, Bisnis Lebih Efektif dan Ekspansif

Pelindo Pangkas Anak Usaha Jadi 24, Bisnis Lebih Efektif dan Ekspansif

Ekonomi | okezone | Rabu, 30 September 2026 - 15:30
share

JAKARTA - Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara Indonesia memangkas jumlah anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo untuk membentuk struktur holding pelabuhan yang lebih ramping sekaligus mendorong model bisnis yang ekspansif. Restrukturisasi portofolio Pelindo menjadi bagian dari upaya membentuk organisasi maritim yang lebih lincah dan berdaya saing global.

Kebijakan pembenahan kelembagaan tersebut disampaikan pimpinan BUMN saat menggelar rapat pengarahan bersama jajaran direksi PT Pelindo baru-baru ini.

"Program streamlining 2026 menargetkan penyederhanaan struktur dari 41 menjadi 24 entitas untuk membangun struktur bisnis yang lebih efektif, efisien, dan siap melangkah ekspansif," kata Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (30/9/2026).

Restrukturisasi tersebut menitikberatkan pada penataan ulang relasi kerja di lingkungan Pelindo Group secara menyeluruh. Danantara dan BP BUMN mendorong kejelasan pembagian mandat kerja untuk menghilangkan tumpang tindih operasional antarentitas di bawah grup BUMN tersebut.

Perampingan entitas anak usaha tersebut dibarengi dengan pergeseran pola kepemimpinan dari sekadar pengawasan administratif menjadi tata kelola operasional yang terlibat langsung. Skema pengawasan aktif ini dirancang agar setiap pembagian zona wilayah maupun lini pelayanan memiliki kejelasan batas kewenangan.

"Penataan Pelindo Group terus diarahkan untuk memperjelas peran Holding, Regional, Service Line, dan anak usaha melalui transformasi struktur korporasi serta perubahan parenting model menuju active management," ujar Dony.

Dalam implementasinya, agenda rasionalisasi bisnis tersebut terus mencatatkan progres. Penataan portofolio dilakukan secara selektif melalui berbagai mekanisme aksi korporasi untuk memastikan aset-aset pelabuhan terintegrasi secara optimal.

Proses pemangkasan unit bisnis tersebut kini memasuki tahap eksekusi secara bertahap terhadap sebagian besar target perusahaan yang terdaftar dalam program penataan. Manajemen perseroan menerapkan berbagai instrumen hukum dan finansial untuk memperkuat struktur keuangan holding ke depan.

"Sebanyak 11 dari 17 entitas yang masuk program telah menyelesaikan aksi korporasi dan enam lainnya masih berproses, di mana penataan tersebut mencakup merger, konsolidasi, divestasi, hingga likuidasi," urai Dony.

Topik Menarik