Skandal Piala Afrika 2025! Aubameyang Dicoret Pemerintah Gabon, Timnas Dibubarkan karena Memalukan

Skandal Piala Afrika 2025! Aubameyang Dicoret Pemerintah Gabon, Timnas Dibubarkan karena Memalukan

Olahraga | inews | Jum'at, 2 Januari 2026 - 18:00
share

LAGOS, iNews.id - Nasib mengejutkan menimpa Pierre-Emerick Aubameyang. Mantan bintang Arsenal dan Chelsea itu resmi dicoret dari tim nasional Gabon, bukan oleh pelatih, melainkan langsung oleh pemerintah negaranya sendiri.

Keputusan drastis ini diambil setelah Gabon tersingkir secara menyedihkan dari ajang Piala Afrika 2025 (AFCON).

Tak hanya Aubameyang, pemerintah Gabon bahkan menskors seluruh skuad tim nasional beserta staf pelatih menyusul performa buruk mereka di turnamen tersebut.

Keputusan keras itu diumumkan secara terbuka oleh Menteri Olahraga sementara Gabon, Simplice-Desire Mamboula, melalui siaran televisi langsung.

Mamboula tanpa basa-basi menyebut penampilan timnas Gabon sebagai sebuah aib nasional, terutama setelah kekalahan dramatis 3-2 dari Pantai Gading di fase grup.

“Mengingat penampilan memalukan Panthers di Piala Afrika, pemerintah telah memutuskan untuk membubarkan staf pelatih, menskors tim nasional hingga pemberitahuan lebih lanjut, dan mengecualikan pemain Bruno Ecuele Manga dan Pierre-Emerick Aubameyang,” katanya dikutip dari Daily Mail.

“Lebih lanjut, Pemerintah meminta Federasi Sepak Bola Gabon untuk memikul semua tanggung jawabnya," ujarnya.

Gabon sejatinya sempat unggul dua gol di babak pertama laga Grup F melawan Pantai Gading. Namun, mereka kolaps di babak kedua dan harus mengakui kekalahan. Hasil tersebut menutup perjalanan Gabon di Piala Afrika 2025 dengan catatan kelam: tiga kekalahan dari tiga pertandingan di turnamen yang digelar di Maroko.

Bruno Ecuele Manga, mantan pemain Cardiff City, bahkan tidak dimainkan dalam laga terakhir tersebut. Pelatih kepala Thierry Mayouma memilih mencadangkannya, sebelum akhirnya sang pelatih juga dicopot dari jabatannya.

Sementara itu, Aubameyang sudah lebih dulu kembali ke klubnya, Marseille, karena mengalami cedera paha jelang pertandingan.

Meski absen di laga terakhir, Aubameyang sempat tampil di dua pertandingan awal. Ia mencetak gol saat Gabon kalah 3-2 dari Mozambik dan masuk sebagai pemain pengganti dalam kekalahan 1-0 melawan Kamerun.

Sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Gabon, pencoretan Aubameyang terasa sangat dramatis. Pada usia 36 tahun, besar kemungkinan laga-laga tersebut menjadi penampilan terakhirnya bersama Panthers. Hal serupa juga berlaku bagi Ecuele Manga yang kini berusia 37 tahun.

Sebelum tampil di AFCON, Gabon juga datang dengan modal buruk. Mereka gagal lolos langsung ke Piala Dunia dan harus tersingkir oleh Nigeria di semifinal play-off, setelah sebelumnya nyaris mengamankan tiket otomatis hanya dengan selisih satu poin.

Pembubaran tim nasional oleh pemerintah memang pernah menjadi praktik umum di sejumlah negara Afrika. Namun, FIFA dalam beberapa tahun terakhir secara tegas menentang campur tangan politik dalam sepak bola.

Sebagai contoh, FIFA pernah menjatuhkan sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Mali pada Maret 2017. Saat itu, menteri olahraga Mali, Housseïni Amion Guindo, membubarkan komite eksekutif federasi, yang berujung pada pencopotan presiden asosiasi, Boubacar Baba Diarra.

Kini, langkah ekstrem pemerintah Gabon berpotensi kembali memicu sorotan FIFA, sekaligus menandai akhir era Pierre-Emerick Aubameyang di level internasional dengan cara yang sangat kontroversial.

Topik Menarik