Yamaha Tertinggal! Alex Rins Bongkar Alasan Mesin V4 Jadi Jalan Keluar
BARCELONA, iNews.id - Pembalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins, akhirnya buka suara soal keputusan besar Yamaha mengganti mesin legendaris empat silinder segaris ke konfigurasi V4. Menurut Rins, langkah tersebut tak bisa dihindari karena Yamaha sudah tertinggal cukup jauh dari para rival di MotoGP.
Musim lalu menjadi periode kelam bagi pabrikan asal Jepang tersebut. Yamaha menutup kompetisi di posisi buncit klasemen konstruktor, finis di peringkat kelima dengan total 247 poin—hasil terburuk mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Di klasemen pembalap, performa Yamaha juga jauh dari kata memuaskan. Dari empat rider yang membela Yamaha, hanya Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) yang mampu menembus 10 besar dengan finis di posisi kesembilan. Alex Rins sendiri harus puas di peringkat ke-19.
Dua pembalap lainnya, Jack Miller dan Miguel Oliveira yang membela Prima Pramac Yamaha, juga gagal bersaing di papan atas. Miller mengakhiri musim di posisi ke-17, sementara Oliveira terpuruk di peringkat ke-20.
Rins pun secara terbuka mengakui ketertinggalan Yamaha dibandingkan tim-tim pabrikan lain.
"Aprilia telah meningkat pesat. Mereka telah mencapai level Ducati. Honda telah banyak berkembang. Zarco tampil kuat di awal musim, dan Marini serta Mir di akhir musim. Mereka mencapai hasil yang luar biasa," kata Rins dikutip dari Speedweek, Jumat (2/1/2026).
"Sepertinya kita sedikit tertinggal," sambungnya.
Kondisi tersebut membuat Yamaha harus mengambil langkah berani. Pengembangan mesin menjadi fokus utama, terlebih menurut Rins, mesin empat silinder segaris yang selama ini menjadi ciri khas Yamaha sudah mencapai titik maksimal.
"Yamaha telah mencoba banyak hal untuk meningkatkan mesin ini. Mungkin mereka telah mencapai batas pengembangannya. Mereka tidak dapat mencapai peningkatan lebih lanjut," jelas Rins.
Karena itu, peralihan ke mesin V4 dinilai sebagai keputusan paling rasional. Rins menegaskan proyek V4 kini menjadi pusat pengembangan Yamaha, meskipun tim tetap melakukan penyempurnaan pada motor sepanjang musim.
"Peralihan ke mesin V4 adalah langkah yang tepat," ungkap pembalap asal Spanyol tersebut.
"Mereka meningkatkan sepeda motor sepanjang musim, tetapi fokusnya adalah pada proyek V4," tambahnya.
Menariknya, Rins juga mengungkapkan bahwa para pembalap Yamaha cukup cocok dengan karakter mesin baru ini, meskipun masing-masing memiliki gaya balap yang berbeda.
"Sangat membantu bahwa keempat pembalap mengeluhkan hal yang sama meskipun gaya mereka berbeda. Ini memungkinkan kami untuk memberikan petunjuk tentang apa yang perlu mereka perbaiki," tandasnya.
Dengan perubahan besar ini, Yamaha berharap bisa kembali bersaing di barisan terdepan MotoGP dan mengejar ketertinggalan dari Ducati, Aprilia, hingga Honda pada musim-musim mendatang.










