Darurat Kesehatan, Marwan/Aisyah Absen di Indonesia Masters 2026 karena Indikasi Glaukoma
JAKARTA, iNews.id – Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata dipastikan absen dari Indonesia Masters 2026 dan Thailand Masters 2026 setelah Marwan Faza mengalami gangguan serius pada mata kanan. Keputusan tersebut diambil demi pemulihan kondisi kesehatan atlet ganda campuran Indonesia itu.
Pelatih ganda campuran, Rionny Mainaky, menegaskan keputusan absen diambil setelah mempertimbangkan kondisi Marwan Faza yang belum memungkinkan tampil di level kompetisi tinggi. Fokus utama saat ini tertuju pada pemulihan total sang pemain.
“Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata akan absen di Daihatsu Indonesia Masters 2026 dan Thailand Masters 2026,” ujar Rionny Mainaky.
Rionny menjelaskan masalah kesehatan muncul setelah Marwan Faza tampil di Malaysia Open 2026. Atlet tersebut mengalami gangguan penglihatan pada mata kanan yang terasa kabur dan buram.
“Keputusan ini saya ambil untuk pemulihan mata Faza sebelah kanan yang kabur dan buram setelah Malaysia Open 2026 kemarin,” lanjut Rionny.
Menurut Rionny, Marwan Faza sudah menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh. Tim dokter memberikan rekomendasi agar sang pemain menghentikan aktivitas pertandingan untuk sementara waktu.
“Faza sudah melapor ke dokter dan sudah dilakukan pemeriksaan serta tindakan medis. Lalu direkomendasikan untuk istirahat,” ucapnya.
Dokter PBSI Ungkap Indikasi Glaukoma
Dokter PBSI, dr. Hasna HM, membeberkan kondisi medis yang dialami Marwan Faza. Keluhan penglihatan buram sudah dirasakan sejak turnamen Malaysia Open berlangsung.
“Saat di Malaysia Open, Faza mengeluhkan sebelah mata kanannya buram sampai tidak bisa melihat jika hanya satu mata,” kata dr. Hasna HM.
Setibanya di Indonesia, pemeriksaan lanjutan langsung dilakukan. Hasil medis menunjukkan adanya gangguan serius pada saraf mata.
“Saat kembali ke Indonesia, Faza langsung diperiksa dan hasilnya ada peradangan di saraf mata dan tekanan bola matanya mencapai 38, normalnya itu 20 ke bawah,” jelas dr. Hasna.
Kondisi tersebut mengarah pada indikasi glaukoma. Tim medis menilai risiko sangat tinggi apabila Marwan Faza tetap dipaksakan bertanding.
“Indikasinya mengalami Glaukoma,” tambah dr. Hasna HM.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tim dokter mengambil langkah preventif. Marwan Faza diminta menjalani masa istirahat hingga kondisi penglihatannya kembali normal.
“Akhirnya kami merekomendasikan untuk Faza beristirahat sementara sampai penglihatannya kembali normal,” pungkas dr. Hasna.
Absennya Marwan Faza membuat Indonesia kehilangan satu pasangan ganda campuran pada dua turnamen awal tahun. PBSI kini memprioritaskan keselamatan atlet sembari menunggu perkembangan kondisi medis sang pemain.










