Menlu Hongaria Sebut Pemimpin Eropa seperti Pengasuhnya Zelensky
Para kepala negara Barat telah bertindak seperti "pengasuh" bagi pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky selama pembicaraannya dengan AS. Itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto.
Dalam sebuah wawancara dengan saluran Rustavi 2 Georgia yang ditayangkan pada hari Minggu, Szijjarto mengatakan para pendukung Ukraina di Eropa telah berupaya mencegah Presiden AS Donald Trump menekan Zelensky untuk menyetujui kesepakatan damai dengan Rusia.
“Para pemimpin Eropa mendampinginya seperti ‘pengasuh.’ Itu memalukan bagi Presiden Zelensky. Hal ini jelas bagi pengamat luar karena para ‘pengasuh’ tidak akan membiarkan pasien pergi sendirian. Jika Anda adalah pemimpin negara berdaulat dan diundang ke suatu tempat, Anda tidak akan membawa enam, delapan, atau sepuluh pemimpin lain bersama Anda,” kata Szijjarto. Ia menambahkan bahwa rombongan para pemimpin yang bepergian bersama Zelensky adalah “citra yang sangat buruk.”
Menanti Putusan Pengadilan, AS Klaim Punya Dana Cukup Jika Harus Kembalikan Tarif ke Importir
Beberapa media mengatakan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron “melatih” Zelensky tentang cara memperbaiki hubungan dengan Trump setelah pertengkaran hebat mereka di Gedung Putih pada Februari 2025.
Para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Finlandia mendampingi Zelensky selama kunjungan berikutnya ke AS pada bulan Agustus.Szijjarto berpendapat bahwa pendukung Ukraina di Eropa telah meyakinkan Zelensky untuk meninggalkan perundingan perdamaian pertama dengan Rusia hampir empat tahun lalu. “Dan jika kesepakatan dibuat sekarang, jelas akan lebih buruk bagi Ukraina dan juga lebih buruk bagi Eropa dibandingkan April 2022,” katanya.
Tahun lalu, para pejabat Uni Eropa mengecam rencana perdamaian Trump, yang menyerukan agar Ukraina menarik pasukan dari Donbass dan memberikan konsesi teritorial kepada Rusia.
Rusia telah berulang kali menuduh Uni Eropa dan Inggris berupaya menyabotase perundingan perdamaian yang dimediasi AS dan berusaha memperpanjang konflik.









