Hampir 5.000 Warga Irak Teken Sumpah Membela Iran Melawan AS Tanpa Kompensasi
Hampir 5.000 warga Irak telah menandatangani sumpah untuk membantu membela Iran jika terjadi serangan AS terhadap Republik Islam tersebut.
Menurut sebuah pernyataan dari massa relawan, ribuan orang di provinsi Diyala, Irak, berkumpul untuk menyatakan niat mereka guna membela Irak dan negara tetangganya di timur, serta kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran, tanpa kompensasi apa pun.
Baca Juga: Iran Nyatakan Tak Takut dengan Pengerahan Kapal Induk AS di Timur Tengah
“Kami mengumumkan kesediaan kami untuk secara sukarela mendukung pasukan keamanan kami, Pasukan Mobilisasi Rakyat, dan Republik Islam Iran, dan kami secara tegas menolak intervensi Amerika di Republik Islam,” bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Middle East Eye, Senin (9/2/2026).
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS, meskipun kedua negara telah berunding di Oman.Washington mengumumkan sanksi baru pada hari Jumat yang bertujuan untuk membatasi ekspor minyak Iran, termasuk langkah-langkah yang menargetkan 14 kapal yang berbendera negara-negara seperti Turki, India, dan Uni Emirat Arab. Washington juga mengumumkan sanksi terhadap 15 entitas dan dua orang.Sementara itu, kapal induk AS tetap berada di lepas pantai Iran, dengan Komando Pusat (CENTCOM) AS merilis rekaman yang menunjukkan kapal kelas Nimitz tersebut; USS Abraham Lincoln, melakukan operasi pengisian bahan bakar di Laut Arab.
Pada Kamis lalu, juru bicara militer Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia mengatakan bahwa militer negaranya siap berperang."Yang akan meliputi seluruh wilayah dan semua pangkalan AS jika itu yang diinginkan Washington," katanya.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memperingatkan bahwa "hal-hal buruk" kemungkinan akan terjadi jika kesepakatan dengan Iran tidak dapat dicapai.
Ammar al-Tamimi, seorang pemimpin di Organisasi Badr yang didukung Iran, yang mengoordinasikan pertemuan di Diyala, mengatakan bahwa para sukarelawan tidak terkait dengan faksi bersenjata tertentu.
Menanti Putusan Pengadilan, AS Klaim Punya Dana Cukup Jika Harus Kembalikan Tarif ke Importir
"Sebaliknya, kami adalah sukarelawan yang siap bertugas sebagai pasukan cadangan untuk pasukan keamanan," kata Tamimi kepada Rudaw."Formasi ini terdiri dari 4.947 nama, dan struktur organisasinya, bersama dengan nama setiap sukarelawan, akan diserahkan kepada Komando Operasi Diyala, yang kemudian akan meneruskannya kepada Panglima Angkatan Bersenjata."
Irak telah mempertahankan hubungan dekat dengan Iran sejak perang tahun 2003 yang menggulingkan Saddam Hussein.
Baik Iran maupun Amerika Serikat telah bersaing memperebutkan pengaruh di Irak, di mana ribuan pasukan AS masih ditempatkan, dan banyak partai politik serta kelompok bersenjata bersekutu dengan Teheran.
Kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran di Irak, seperti Kataeb Hezbollah dan Harakat al-Nujaba, juga telah mendirikan pos-pos perekrutan di seluruh negeri, termasuk di Baghdad, untuk merekrut sukarelawan jika terjadi serangan AS terhadap Iran.










