Hong Kong Hukum Bos Apple Daily Jimmy Lai 20 Tahun Penjara, Kritiknya Dicap Kolusi dengan Asing
Pengadilan Hong Kong pada hari Senin (9/2/2026) menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada Jimmy Lai, taipan dan bos surat kabar pro-demokrasi Apple Daily. Hukuman itu dijatuhkan atas tuduhan tuduhan berkolusi dengan asing dan melakukan penghasutan.
Penjatuhan hukuman ini menandai berakhirnya persidangan keamanan nasional tingkat tinggi yang telah memicu kecaman dunia internasional.
Baca Juga: Hong Kong Penjarakan 45 Aktivis Demokrasi dalam Sidang Bersejarah
“Setelah mempertimbangkan perilaku kriminal Lai yang serius dan berat...Pengadilan yakin bahwa hukuman total untuk Lai dalam kasus ini adalah 20 tahun penjara,” demikian bunyi dokumen ringkasan dari para hakim pengadilan, yang dikutip AFP.
Dua tahun dari masa hukuman tersebut akan tumpang tindih dengan masa hukuman penjara Lai saat ini, yang berarti dia akan menjalani tambahan 18 tahun, lanjut ringkasan para hakim.Esther Toh, salah satu hakim pengadilan, mengklarifikasi bahwa hukuman Lai akan dijalankan secara berurutan dengan hukuman kasus penipuan selama lima tahun sembilan bulan, meskipun dia tetap memiliki hak untuk mengajukan banding. Rekan terdakwa menerima hukuman penjara antara 6 tahun 3 bulan dan 10 tahun.Tiga hakim yang telah disetujui pemerintah membebaskan Lai yang berusia 78 tahun dari hukuman penjara seumur hidup, meskipun hukuman saat ini secara efektif dapat membuatnya tetap berada di balik jeruji besi seumur hidupnya.
Sebelum meninggalkan ruang sidang, Lai tampak serius sementara beberapa pengunjung sidang menangis.
Kasus ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang kebebasan pers, meskipun pemerintah bersikeras bahwa persidangan tersebut tidak terkait dengan jurnalisme, dengan alasan para terdakwa menggunakan pemberitaan sebagai dalih untuk merugikan Hong Kong dan China.
Jimmy Lai, pendiri surat kabar Apple Daily, terpaksa menutup publikasi tersebut pada Juni 2021 setelah penggerebekan polisi dan pembekuan aset, sebuah pukulan besar bagi media independen Hong Kong.
Edisi terakhir surat kabar tersebut terjual satu juta eksemplar, dan Lai termasuk di antara tokoh-tokoh penting pertama yang ditangkap berdasarkan undang-undang keamanan nasional Hong Kong tahun 2020, bersama beberapa jurnalis senior.Hukuman terhadap Lai telah menuai kritik di luar negeri. Presiden AS Donald Trump mengatakan dia telah berbicara dengan Presiden China Xi Jinping mengenai pembebasan Lai, sementara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menyerukan pembebasannya.
Putri Lai, Claire, mengatakan keluarga mereka tidak akan pernah berhenti berjuang sampai dia bebas, dengan mengutip keyakinan Katolik Roma mereka.
Selama persidangan 156 hari, jaksa menuduh Lai berkonspirasi dengan enam mantan staf Apple Daily, dua aktivis, dan lainnya untuk meminta sanksi asing atau tindakan permusuhan. Hakim memutuskan dia sebagai dalang, menyoroti "ajakan terus-menerus" yang diberikannya kepada AS untuk menggoyahkan stabilitas China dengan dalih membantu Hong Kong.
Para ahli hukum memperingatkan bahwa kasus ini menetapkan preseden yang luas, di mana bahkan kritik yang sah pun dapat dituntut sebagai "kolusi", yang menimbulkan kekhawatiran bagi jurnalis dan akademisi.










